HANKAM

TNI AD: 2 Tahun Terakhir, OPM Sudah Bakar 10 Bangunan Sekolah di Papua

Ilustrasi pembakaran sekolah
Ilustrasi pembakaran sekolah di wilayah Papua. (Foto: Dok. Penkodam XVII/Cendrawasih)

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Kodam XVII/Cenderawasih menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) sudah melakukan 10 kali pembakaran sekolah di wilayah Papua.

Dilansir dari keterangan Penkodam XVII/Cenderawasih, Kamis (11/6), kejadian ini berlangsung sejak tahun 2025 hingga 2026.

Dijelaskan wilayah Yahukimo (Distrik Dekai) menjadi titik paling rawan dengan lima kali aksi berturut-turut di awal tahun 2026, seluruhnya terafiliasi dengan Kodap XVI Yahukimo. Kemudian, ​wilayah Pegunungan Bintang terjadi dua kali aksi pada akhir tahun 2025 oleh Kodap XV/Ngalum.

Baca Juga: Kenakan Batik dan Cium Bendera Merah Putih, Delapan Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI

Pergerakan Terbaru (Juni 2026), Kodap XXXI Noukai melakukan aksi serentak di dua titik berbeda pada hari yang sama yakni Boven Digoel dan Deiyai, dengan menyasar fasilitas publik yang lebih luas seperti sekolah, rumah warga, dan fasilitas kesehatan.

Daftar lengkap 10 aksi pembakaran yang dilakukan OPM di wilayah Papua

  1. 14 Februari 2025, aksi pembakaran satu bangunan SMP Agandugume di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah oleh Kelompok OPM Kodap III Sinak.
  2. 27 September 2025, aksi pembakaran lima bangunan gedung kosong SMA Kiwirok di Kampung Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dilakukan oleh Kelompok OPM Front bersenjata Kodap XV/Ngalum Kupel.
  3. 28 Oktober 2025, aksi pembakaran bangunan Perumahan Guru SMP Kiwirok di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan oleh TPNPB-OPM Front bersenjata Kodap XV/Ngalum.
  4. 11 Januari 2026, aksi percobaan pembakaran ruang kelas yang terjadi di SMPN 2 Dekai di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
  5. 10 Februari 2026, pembakaran ruang kelas SMAN 2 Ninia di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
  6. 14 Februari 2026, aksi pembakaran SMAN 2 Ninia di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan kembali dilakukan oleh Kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
  7. 20 Mei 2026, aksi pembakaran bangunan SMP Koaserama di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
  8. 22 Mei 2026, aksi pembakaran satu unit bangunan kantor SMPN 2 Dekai di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
  9. 4 Juni 2026, aksi pembakaran satu unit bangunan sekolah, dua unit rumah warga dan satu unit fasilitas kesehatan di Kampung Manggelum, Boven Digoel, Papua Selatan dan
  10. 4 Juni 2026, aksi pembakaran dua unit bangunan dan sembilan ruang kelas SD Yapis Waghete I di Distrik Tigi, Deiyai, Papua Tengah oleh Kelompok TPNPB-OPM Kodap XXXI Noukai.
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.