Tinjau Rindam XIV/Hasanuddin, Menhan Sebut Peran Rindam Semakin Penting

Jakarta, IDM - Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno menyambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/4).
Kunjungan Sjafrie ke Kota Daeng adalah meninjau proses belajar mengajar dan fasilitas pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam XIV/Hasanuddin.
Baca Juga: Mudik Gratis Naik Kapal Perang, TNI AL: Kapal Ini Punya Rakyat, Bukan Punya Kami
Sjafrie menekankan bahwa peran strategis Rindam akan semakin vital, mengingat aktivitas rekrutmen dan pelatihan yang berkelanjutan setiap tahun. Untuk itu, lanjut Sjafrie, diperlukan evaluasi status secara berkala untuk memantau efektivitas program.
Dalam kesempatan tersebut Menhan juga menerima paparan dari Danrindam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Budiawan Basuki.
Baca Juga: Puluhan Prajurit Tuntaskan Pelatihan Kesiapan Calon Pengawak KRI Bung Hatta-370
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara, serta komitmen Kementerian Pertahanan dalam memastikan kualitas pendidikan prajurit TNI Angkatan Darat, guna mencetak personel yang tangguh, dan profesional. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































