Tinjau Lokasi Markas Yon TP di Pamekasan, Danrem 084/Bhaskara Raya: Upaya Perkuat Pertahanan Wilayah

Jakarta, IDM – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan atau Yon TP. Hadirnya Yon TP di seluruh Nusantara diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah.
Untuk itu, Komandan Korem 084/Bhaskara Raya, Brigjen TNI Kohir, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Yon TP di Desa Larangan Slampar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (10/5).
“Pembangunan Yon TP diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan wilayah, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kohir dikutip, Senin (11/5).
Baca Juga: TNI AL Siapkan Pangkalan Khusus buat Kapal Induk Garibaldi, di Mana Lokasinya?
Selain memperkuat sistem pertahanan dan keamanan wilayah Madura, lanjut Kohir, keberadaan Yon TP diharapkan mampu berkontribusi terhadap perkembangan daerah serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana akan memmbangun 514 Yon TP di setiap kabupaten/kota. Sejauh ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Yon TP telah terbangun sebanyak 150 dengan satu batalion berisi 1.000 prajurit.
“Jadi diperkirakan dua hingga tiga tahun lagi, kita bisa mengcover 514 kabupaten/kota,” kata Sjafrie saat memberikan pengarahan ke Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) April lalu.
Baca Juga: KSAL Ungkap Penawaran Fregat Mogami dan Kapal Selam Jepang Masih Dibahas Intensif
Sjafrie mengatakan, pembangunan 514 Yon TP merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan agar seluruh kabupaten/kota bisa dijaga.
“Oleh karena itu, kepada Panglima TNI ditugaskan untuk membangun batalion menjaga satu kabupaten/kota,” ungkapnya.
Pemerintah, kata Sjafrie, memproyeksikan akan membangun 150 Yon TP setiap tahun. Ia mengungkapkan, selain kemanunggalan TNI dengan masyarakat sekitar, kehadiran Yon TP akan menghidupkan perekonomian dan menurunkan tingkat kriminalitas. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































