HANKAM

Tingkatkan Kompetensi, 30 Personel Intelijen TNI AU Ikuti Latihan Keterampilan Persandian 2025

intelijen
Latihan Keterampilan Persandian TNI AU Tahun Anggaran 2025 yang diikuti oleh puluhan personel intelijen. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 personel intelijen dari jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Latihan Keterampilan Persandian TNI Angkatan Udara Tahun Anggaran 2025.

Puluhan peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan dibekali dengan beragam pengetahuan, mulai dari pengamanan persandian, materiel sandi, keamanan informasi, hingga teknik operasional aplikasi sandi terkini yang digunakan di lingkungan TNI AU.

Latihan Keterampilan Persandian TNI AU Tahun Anggaran 2025 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pengamanan dan Sandi TNI AU (Kadispamsanau) Marsma TNI Rachmat Mestika di Gedung Intelligence Management Center (IMC) Dispamsanau, Jakarta, Kamis (26/6).

Baca Juga: TNI AD Serahkan Rumah Bagi Warakawuri dan Prajurit Cacat Akibat Tugas Operasi

Pelaksanaan latihan ini menjadi salah satu wujud nyata atas komitmen TNI AU dalam meningkatkan kualitas serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam mengadapi tantangan keamanan informasi yang semakin kompleks.

Kadispamsanau, Marsma TNI Rachmat Mestika
Kadispamsanau, Marsma TNI Rachmat Mestika saat membuka Latihan Keterampilan Persandian TNI AU Tahun Anggaran 2025. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Kadispamsanau dalam sambutannya mengungkap, pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan personel sandi TNI AU dalam menghadapi ancaman keamanan informasi era digital guna mewujudkan TNI AU yang AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, serta humanis).

“Latihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis operasional dalam penggunaan peralatan sandi, tetapi juga membentuk karakter personel yang adaptif dan profesional dalam mengamankan informasi penting dan rahasia,” tulis TNI AU dikutip dari keterangan foto dalam Instagram @militer.udara, Jumat (27/6).

Baca Juga: KSAD: Tahun Ini TNI AD Sudah Miliki 17 Sekolah untuk Dukung Pendidikan Anak Prajurit

Ia juga mengingatkan perihal pentingnya penerapan prinsip dasar keamanan informasi, yaitu confidentiality, integrity, dan availability, dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Meski latihan ini berlangsung dalam waktu singkat, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan proaktif, disiplin, dan memiliki motivasi yang tinggi,” pungkas Rachmat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.