HANKAM

Tingkatkan Keselamatan Terbang dan Kerja, TNI AU-RAAF Gelar Diskusi Regulasi Aerodrome

TNI AU dan RAAF.
TNI AU dan RAAF menggelar diskusi dan evaluasi regulasi aerodrome untuk meningkatkan keselamatan terbang dan kerja yang menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lingkungan TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU), melalui Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau), menggelar diskusi dan evaluasi regulasi aerodrome bersama Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) melalui forum Safety and Airworthiness Joint Working Group (SAJWG).

Pelaksanaan diskusi tersebut menjadi bentuk komitmen kedua angkatan udara dalam meningkatkan keselamatan terbang dan kerja yang menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan mengusung tema “TNI AU Aviation Safety Regulation Improvement Program (TASR-IP)”, diskusi digelar sejak 21 hingga 25 April 2025.

Baca Juga: Tinjau Dodiklatpur Rindam VI/Mulawarman, Menhan Sjafrie Tekankan Peningkatan Kualitas Prajurit TNI

“Forum ini menjadi momen penting untuk mengkaji berbagai aspek pengelolaan dan operasional aerodrome militer, mulai dari tata letak, fasilitas keselamatan, hingga prosedur penerbangan dan dukungan teknis. Regulasi yang adaptif, terstruktur, serta selaras dengan standar nasional dan internasional dinilai krusial dalam mendukung kelancaran serta keselamatan operasi udara,” bunyi keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip Sabtu (3/5).

Melalui TASR-IP, TNI AU menargetkan lahirnya penyempurnaan dokumen regulasi aerodrome yang lebih sistematis, modern, dan responsif terhadap kebutuhan operasional di lingkungan.

TNI AU dan RAAF.
(Foto: Dok. Dispenau)

“Diskusi berlangsung dengan pembahasan menyeluruh terkait integrasi antar-instansi, tantangan pengelolaan aerodrome militer, serta upaya harmonisasi dengan regulasi sipil yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan nasional. Selain itu, diselenggarakan juga sesi interaktif dan studi kasus yang mengangkat kondisi nyata dari berbagai pangkalan udara di Indonesia,” tulis Dispenau.

Baca Juga: TNI AD Bagikan 1.000 Pasang Sepatu untuk Anak Sekolah di Jawa Tengah

Dalam pelaksanaannya, Puslaiklambangjaau menghadirkan pakar keselamatan penerbangan dari RAAF yang dipimpin oleh Head of Delegation Wing Commander Rob Stefanovic.

Sementara itu, delegasi TNI AU yang mengikuti kegiatan ini dipimpin oleh Paban I/Binlambangja Kolonel Pnb Taufik Andriadi bersama sejumlah perwira yang berperan dalam pembinaan keselamatan terbang dan kerja serta pengaturan lalu lintas udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.