HANKAM

Tingkatkan Kemampuan Pengawasan, Bakamla Dapat Hibah Peralatan Deteksi Nuklir

Bakamla RI
Bakamla RI mendapatkan hibah peralatan pendeteksi nuklir dari Bapeten. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menerima hibah peralatan pendeteksi radiasi nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Pendeteksi itu berupa tiga unit radiation identification device (RID) dan 20 unit personal radiation detector (PRD).

Serah terima peralatan tersebut dilaksanakan di Aulia 1 Ary Hasibuan, Markas Besar Bakamla RI, Jakarta, awal Maret ini.

Sekretaris Utama Bakamla RI Laksda TNI Samuel H.H. Kowaas mengatakan, hibah peralatan deteksi radiasi tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Bakamla RI menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan serta yurisdiksi Indonesia.

Baca Juga: Pangdam Brawijaya Sapa Prajurit Perbatasan Lewat Video Conference di Hari Idulfitri

Samuel menyebut, dinamika ancaman di wilayah maritim semakin kompleks, termasuk kemungkinan adanya peredaran atau penyalahgunaan bahan radioaktif yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, lingkungan, dan keamanan negara.

“Oleh karena itu, keberadaan peralatan deteksi radiasi menjadi salah satu sarana penting untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan deteksi dini di laut,” kata Samuel dalam siaran pers Bakamla RI, dikutip Minggu (22/3).

Dengan adanya dukungan peralatan tersebut, Samuel berharap Bakamla RI semakin optimal dalam melaksanakan fungsi pengamanan laut secara terpadu, sekaligus memperkuat sistem pengawasan terhadap potensi ancaman yang berkaitan dengan keamanan nuklir di wilayah maritim Indonesia.

Baca Juga: Hadiah Idulfitri 2026, TNI AD Berhasil Bangun Jembatan Armco di Kabupaten Nias

Hibah tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang telah terjalin antara Bapeten dan Bakamla RI sejak penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 3 Juli 2012. Kerja sama tersebut kemudian diperpanjang pada 2016 dan kembali diperbarui 2025 seiring meningkatnya kebutuhan koordinasi serta penguatan pengawasan di wilayah perairan Indonesia.

Hibah peralatan yang diserahkan juga merupakan bagian dari program yang didukung oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) melalui program IAEA Project for Nuclear Security Response Capacity Development for Indonesia periode 2023–2025. Program ini merupakan tindak lanjut dari workshop Integrated Nuclear Security Support Plan (INSSP) yang dilaksanakan pada 2021.

Adapun peralatan PRD berfungsi sebagai alat deteksi awal untuk mengetahui adanya paparan radiasi yang melebihi tingkat radiasi lingkungan. Sementara itu, perangkat RID memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi jenis zat radioaktif yang terdeteksi. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.