Tingkatkan Kemampuan Maritim, Amerika Serikat Berikan 184 Unit Peralatan Teknologi Informasi ke Bakamla

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat melaksanakan serah terima peralatan teknologi informasi dari Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum (INL) dari Departemen Luar Negeri AS.
Acara yang yang berlangsung pada Rabu (17/12) di kantor Bakamla RI, Jakarta, menegaskan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat untuk mendorong kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan aman.
“Amerika Serikat senang dapat bermitra dengan Indonesia dalam memperkuat keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS, Peter Haymond dikutip dari siaran pers Kedutaan Amerika Serikat, Kamis (18/12).
Baca Juga: Sambangi Pulau Batek, Dankodaeral VII Pastikan Pengamanan Perbatasan NTT
Sebanyak 26 jenis peralatan teknologi informasi dengan total 184 unit resmi diserahterimakan untuk meningkatkan kemampuan domain maritim Bakamla. Peralatan tersebut nantinya akan mendukung operasional fusion center Bakamla yang lebih canggih.
Peralatan ini diketahui memungkinkan Bakamla menjaga garis pantai Indonesia lebih efektif, mencegah aktivitas perdagangan ilegal, serta melindungi rantai pasok dan jalur perdagangan penting.
“Hari ini kita merayakan penyerahan peralatan teknologi informasi kepada Bakamla RI yang akan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjaga garis pantai Indonesia, memberantas kejahatan maritim transnasional, dan melindungi rantai pasok serta jalur perdagangan yang penting bagi Amerika Serikat,” ucap Haymond.
Baca Juga: Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL Disiapkan Hadapi Ancaman Lintas Domain
Sementara itu, Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah memberikan apresiasi kepada Amerika Serikat atas kerja sama yang telah terjalin lama.
“Dukungan yang diberikan tentu saja akan berkontribusi besar dalam pelaksanaan tugas Bakamla RI dalam menunjang kegiatan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di laut,” kata Irvansyah.
Bakamla RI memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia di sepanjang lebih dari 54.000 kilometer garis pantai dan 17.000 pulau. Upaya Bakamla RI tidak hanya penting bagi keamanan Indonesia, tetapi juga bagi stabilitas kawasan, yang secara langsung mendukung kepentingan Amerika Serikat serta Indo-Pasifik secara lebih luas.
Baca Juga: Dukung Petani Pascabencana, TNI AU Angkut Hasil Pertanian di Aceh
Serah terima peralatan teknologi informasi ini menjadi bentuk komitmen bersama kedua negara untuk menegakkan hukum internasional, memperkuat keamanan maritim, serta mendorong perdamaian dan kemakmuran di kawasan.
Kolaborasi Kedutaan Besar AS dengan Bakamla RI merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk memperkuat keamanan maritim di Indonesia. Hal ini mencakup dukungan berkelanjutan terhadap Pusat Pelatihan Maritim yang didanai INL di Batam, yang menyediakan pelatihan dan sumber daya penting untuk meningkatkan kapasitas maritim Indonesia. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































