HANKAM

Tingkatkan Interoperabilitas, Kopasgat dan US PAT-SOFLE Gelar Military to Military Connection

US PAT-SOFLE
Personel Kopasgat dan US PAT-SOFLE yang mengikuti latihan bersama bertajuk “Direct Military to Action Ground Reconnaissance (DAGR)”. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Komandan Wing 1 Kopasgat Kolonel Pas Helmy Ardiyanto Nange bersama bersama US Head of Delegation (US Air Attache) Col Mike Brown secara resmi membuka latihan bersama, Military to Military Connection (MtMC) bertempat di Wing 1 Kopasgat, Jakarta, Senin (9/12).

Kegiatan yang mengusung tema “Direct Military to Action Ground Reconnaissance (DAGR)” tersebut digelar oleh Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan US PAT-SOFLE (Special Operations Forces Liaison Element) untuk meningkatkan interoperabilitas serta hubungan kerja sama di antara kedua belah pihak.

“Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga untuk memperkuat hubungan, interoperabilitas serta persaudaraan di antara Kopasgat dan US PAT-SOFLE,” ujar Komandan Wing 1 Kopasgat dikutip dari keterangan TNI AU dalam Instagram @militer.udara, Senin (9/12).

Baca Juga: Gelar Advance Investigator Workshop 2024, TNI AU Tingkatkan Kapabilitas Investigasi Keselamatan

Sementara itu, Col Mike Brown menyampaikan bahwa kerja sama dalam bentuk latihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Ia juga mendorong pelaku para personel dapat memanfaatkan latihan sebagai peluang untuk saling belajar dan memperkuat kemitraan.

“Ancaman terus berkembang, dan hal tersebut menghadirkan tantangan baru bagi negara, masyarakat, serta militer kita. Latihan ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan tersebut,” ungkap dia.

Pada kesempatan latihan kali ini, Kopasgat mengerahkan personel dari Denmatra 1 Kopasgat serta Batalyon Komando 467 Kopasgat.

Baca Juga: Dipimpin Kaskoopsudnas, Delegasi TNI AU Ikuti Pembahasan Strategi Pertahanan Udara dalam MISSILE-PAC ‘24

Adapun fokus materi latihan meliputi Subject Matter Expert Exchange (SMEE) untuk meningkatkan kapasitas dalam operasi direct action berbasis target darat dan laut; perawatan taktis korban tempur (Tactical Combat Casualty Care); serta integrasi udara ke darat.

“Sebagai puncaknya, pelaku (peserta) akan melaksanakan Full Mission Profile untuk mengaplikasikan materi yang telah dilatihkan,” pungkas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.