Tingkatkan Interoperabilitas, Ini Rangkaian Skenario Latihan dalam MNEK 2025

Jakarta, IDM – TNI AL akan kembali menggelar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali pada Februari 2025. Dengan tema 'Maritime Partnership for Peace and Stability', latihan yang bersifat non-perang ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dalam penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.
"Kegiatan ini diharapkan kita dapat bekerja sama dan saling interoperabilitas dengan angkatan laut negara asing. Dan apabila terjadi bencana di negara yang mengikuti kegiatan ini atau negara yang terdampak, kita bisa bekerja sama karena sudah dilatihkan dalam MNEK ini," kata Paban III opslat Kolonel Laut (P) Lukman Kharish saat Initial Planning Conference MNEK 2025, Jakarta, Rabu (29/5).
Dalam iterasi kelima ini, terdapat dua tahapan latihan. Pertama, tahap pangkalan (harbour phase) yang terdiri dari Lesson from Expert (LFE), Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dan Tactical Floor Game (TFG).
Baca Juga: Panglima TNI Bagikan Ribuan Paket Sembako di Kepulauan Riau
Kedua, tahap laut (sea phase) yang meliputi Seamanship, Photo Exercise, Intelligence Surveillance and Reconnaissance (ISR), dan Maritime Interdiction Operation (MIO).
"Kita akan melaksanakan latihan bersama dengan aset atau kapal-kapal dari negara sahabat untuk melaksanakan manuver di laut (sea phase) yang diselenggarakan di laut Bali," ujar Lukman.
Selain itu, TNI AL bersama para delegasi lainnya akan melaksanakan kegiatan tambahan berupa Engineering Civic Action Programme (ENCAP) atau pembangunan fasilitas umum berupa merenovasi sekolah, jalan maupun tempat ibadah yang ada di sekitar area latihan tersebut.
Baca Juga: Melestarikan Tradisi Jawa Pada Pelaksanaan TMMD Reguler Ke-120
"Didukung juga dengan kegiatan Medical Civic Action Programme (MEDCAP), bakti sosial dengan melaksanakan pengobatan baik dari tenaga medis dari angkatan laut dan juga dibantu atau di asistensi dengan tenaga-tenaga medis dari negara-negara sahabat yang sudah on board," lanjutnya.
Beberapa kegiatan lainnya yang akan digelar dalam MNEK 2025, yaitu parade budaya, pameran maritim, program kuliner, tur kota, penanaman mangrove dan terumbu karang, pembersihan pantai hingga pelaksanaan sailing pass dari kapal-kapal negara asing yang menjadi peserta latihan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































