Tinggi 15 Meter, Ini Makna Pembangunan Monumen Nasional Jenderal Sudirman di PIK-2

Jakarta, IDM - Hari ini, Sabtu, (4/2) Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono didampingi KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Wakasad Letnan Jenderal TNI H. Agus Subiyanto meresmikan Monumen Patung Jenderal Besar Soedirman, bertempat di Area CBD Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang.
Dikutip dari keterangan resminya Puspen TNI, Sabtu, disebutkan monumen ini berdiri dengan ketinggian 15 meter dan merupakan monumen tertinggi di Indonesia.
Lalu apa makna dibangunnya monumen ini?
Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan bahwa monumen megah ini dibangun sebagai salah satu aksi nyata untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan.
“Hari ini kita hadir bersama untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Di hadapan kita telah berdiri Monumen yang megah berupa sosok Pahlawan Nasional kita,” katanya.
Ia mengatakan Jenderal Besar Soedirman adalah sosok yang begitu gigih mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, beliau adalah pribadi yang memiliki semangat pantang menyerah dan tetap melaksanakan perang Gerilya.
Baca: Mengenang Kejayaan Tank M3A3 Stuart
“Walaupun beliau dalam keadaan sakit. Di kalangan TNI, kami sangat menghormati dan mengenang beliau sebagai Bapak TNI karena jasa-jasa beliau dalam membesarkan Tentara Nasional Indonesia,” jelasnya.
“Kami juga berharap agar Monumen ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat selain sebagai simbol untuk mengenang jasa-jasa Jenderal Besar Soedirman dan untuk menginspirasi generasi-generasi muda,” tambahnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































