Tinggalkan Senjata, Dua Anggota OPM Kelompok Kalenak Murib Kembali ke NKRI

Jakarta, IDM – Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Kali ini, dua mantan anggota Kodap XXVII pimpinan Kalenak Murib yakni Endis Kelua dan Komalen Kelua menyerahkan diri ke Satgas Yonif 621/Manuntung.
Dilansir dari keterangan Pensatgas Yonif 621/Manuntung, Senin (20/7), keduanya menyerah dan membacakan ikrar dihadapan unsur aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan keluarga, dengan jumlah sekitar 50 orang.
Baca Juga: Kemhan Buka Pendaftaran Komcad Matra Laut dan Udara sampai 28 Juli, Ini Syaratnya
Dansatgas Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Eko Arif Chrestianto saat memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa momentum ikrar tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat persatuan dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Distrik Sinak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian demi mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Papua.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap kedua saudara kita dapat kembali menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik serta bersama-sama menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat menjadi kunci terciptanya keamanan dan kedamaian di wilayah Sinak," ujar Eko.
Baca Juga: Robi Herbawan, Satu-satunya Pati TNI AD yang Naik Bintang Tiga
Penyerahan diri dua kombatan OPM ini menambah daftar panjang jumlah anggota OPM yang menyerahkan diri. Total sepanjang semester pertama tahun 2026, tercatat ada kurang lebih 59 anggota OPM telah meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan NKRI secara sukarela. Penyerahan diri ini terjadi di berbagai wilayah, termasuk Papua Barat dan Papua Tengah. Terbaru, Yujin Butiop, seorang anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM Papua Selatan pimpinan Marius Murib yang menyerahkan diri dan kembali ke NKRI.
Yujin mendatangi sebuah pos kecil yang berdiri di kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini untuk menyerahkan satu pucuk senjata rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora. Alasannya Yujin ingin mendambakan masa depan yang lebih baik bagi keempat anaknya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































