HANKAM

Tinggalkan Afrika Selatan, KRI Canopus-936 Tempuh 2.328 Mil Laut ke Mauritius

Prajurit TNI AL
Prajurit TNI AL bersiap di geladak KRI Canopus-936 saat bertolak dari Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (16/04). Kapal survei ini menempuh jarak 2.328 mil laut menuju Port Louis, Mauritius, dalam misi diplomasi maritim lintas samudra. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – KRI Canopus-936 melanjutkan pelayaran etape IV dengan bertolak dari Cape Town, Afrika Selatan, Kamis (16/4). Kapal bantu hidro-oseanografi terbaru milik TNI AL ini kini mengarah ke Port Louis, Mauritius, setelah merampungkan misi diplomasi maritim selama tiga hari di ujung selatan benua Afrika.

Sebelumnya, kapal survei canggih ini sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan dengan menempuh jarak 2.600 mil laut dari Lagos, Nigeria. Selama bersandar di Cape Town, kru menyelesaikan pengisian bahan bakar serta logistik untuk memantapkan kondisi kapal sebelum kembali membelah samudra.

Komandan KRI Canopus-936, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W, menjelaskan perjalanan menuju Mauritius akan memakan waktu delapan hari.

Baca Juga: Cerita Prajurit TNI AD, Evakuasi Delapan Korban Helikopter lewati Medan Ekstrem

"Kami menempuh jarak kurang lebih 2.328 mil laut. Pelayaran ini bertujuan menunjukkan eksistensi dan profesionalisme prajurit Jalasena di kancah internasional," kata Indragiri, dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (18/4).

Indragiri menambahkan, kehadiran kapal di berbagai negara sahabat berfungsi memperkuat hubungan bilateral. "Kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan strategis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam memperkuat diplomasi angkatan laut dan membangun kepercayaan antarnegara," jelasnya.

KRI Canopus-936 merupakan hasil kolaborasi teknologi galangan Abeking & Rasmussen, Jerman, dengan sentuhan PT Palindo Marine, Batam. Kapal yang diawaki 93 prajurit pilihan ini bukan sekadar kapal angkut, melainkan laboratorium terapung yang membawa peralatan riset bawah laut mutakhir.

Baca Juga: Prajurit TNI Jadi Guru Dadakan, Hadirkan Harapan bagi Anak-anak Papua

Beberapa perangkat andalannya meliputi wahana bawah air otonom (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) yang mampu bergerak otomatis tanpa awak untuk memetakan dasar laut. Selain itu, kapal ini mengusung robot bawah laut kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle/ROV) serta pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) untuk pemantauan dari udara.

Seluruh sistem robotik ini dipastikan berfungsi sempurna selama pelayaran lintas benua yang dimulai sejak Maret lalu dari Jerman. KRI Canopus-936 diprediksi memasuki perairan Indonesia pada pertengahan Mei 2026 untuk memperkuat tugas pemetaan dan keamanan maritim nasional.

Misi pelayaran internasional ini sekaligus membuktikan kemampuan personel TNI AL dalam mengoperasikan teknologi sensor paling mutakhir di dunia. Kehadiran unsur Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) di jalur laut global mempertegas peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas maritim internasional. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.