Tim Kesehatan RSPPN Kemhan dan TNI Buka Posko Kesehatan untuk Warga Aceh Tamiang

Jakarta, IDM – Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendirikan posko kesehatan di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat pascabencana dengan layanan kesehatan gratis dan terpadu.
Satgas Bencana Alam RSPPN Kemhan, Astri Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan di lapangan meliputi infeksi saluran pernapasan atas, diare, sakit pinggang, hingga hipertensi.
Baca Juga: Raih Medali SEA Games 2025, Lima Atlet TNI AU Terima Penghargaan dari KSAU
Posko kesehatan yang berlokasi di Batalion 111 Dharma Bakti ini setiap harinya melayani 50 hingga 100 pasien.
Selain pelayanan di posko, tim kesehatan juga bergerak secara mobile ke sejumlah desa terdampak, seperti Desa Majapahit, Desa Bandar Maligai, dan Desa Rumoh.
“Kami lakukan selang-seling. Hari ini di posko kesehatan, besoknya kami keliling,” ujar Astri yang memiliki spesialis rehabilitasi medik, Minggu (4/1).
Dokter umum Puskesmas Manyak Payed menambahkan bahwa kasus pascabencana yang sering muncul antara lain diare, demam, hingga muntah. Semua pasien, jelasnya, dapat ditangani dengan baik berkat dukungan obat-obatan yang jumlahnya memadai dan stoknya melimpah.
Selain mendirikan posko, tim kesehatan RSPPN dan TNI juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara door-to-door untuk menjangkau warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Pendekatan ini memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari layanan medis.
Kehadiran posko kesehatan mendapat sambutan positif dari warga.
Baca Juga: Panglima TNI Sebut KPLB Prajurit Bisa Terus Diberikan Tanpa Ada Batasan
“Alhamdulillah bisa ada obat untuk anak-anak,” ungkap seorang ibu penerima layanan kesehatan.
Pendirian Posko Kesehatan di Aceh Tamiang menjadi bukti nyata komitmen RSPPN Kemhan dan TNI dalam memberikan pelayanan kesehatan pascabencana.
Sinergi ini tidak hanya mempercepat pemulihan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan rasa aman di wilayah terdampak. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































