HANKAM

Tiga Warga Sipil Dibunuh OPM, TNI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Prajurit TNI
TNI mengutuk keras kekejaman OPM terhadap warga sipil tak bersenjata. (Foto: Dok. TNI AD)

Jakarta, IDM – Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Papua Pegunungan. Dugaan pembunuhan terhadap tiga warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, menuai kecaman keras dari Kodam XVII/Cenderawasih.

Peristiwa yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM itu viral setelah videonya beredar di media sosial.

Tim aparat gabungan hingga kini terus melakukan operasi evakuasi sekaligus penyisiran di lokasi kejadian. Dua korban yang berhasil ditemukan diketahui merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda, keduanya merupakan Orang Asli Papua. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Baca Juga: Satgas Yonarmed 13 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Tokoh Adat Kalbar

Di saat bersamaan, aparat juga melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian guna memastikan seluruh fakta di lapangan, sekaligus mengejar para pelaku yang diduga melakukan aksi kekerasan tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menilai tindakan yang menyasar warga sipil merupakan bentuk kekerasan yang sangat tidak manusiawi.

"Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman OPM terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun," katanya.

Tri Purwanto menyatakan aparat keamanan akan terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan proses hukum terhadap para pelaku berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kodam XVII/Cenderawasih juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat tragedi tersebut.

Baca Juga: TNI AD Sambut 514 Perwira Remaja, Siap jadi Pemimpin Masa Depan

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar sehingga korban dapat segera dimakamkan secara layak," ujar Tri Purwanto.

Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi, serta aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.

Kodam berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat mempercepat pengungkapan kasus sekaligus menjaga situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan tetap kondusif.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.