Tiga Pulau Terluar Jadi Fokus Patroli Keamanan Marinir: Berhala, Rondo, dan Nipah

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Polisi Militer (Yonpom) 1 Marinir yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan pulau terluar, melakukan patroli keamanan laut di Berhala, Rondo, dan Nipah, Minggu (24/8).
Dalam pelaksanaan tugas ini, Yonpom 1 Marinir menurunkan prajurit terlatih untuk memantau aktivitas di laut maupun di daratan serta memeriksa kondisi di dalam ketiga pulau tersebut.
Komandan Yonpom 1 Marinir Letkol (Mar) Pahala Mahatahara Suari menyampaikan, patroli ini bertujuan memastikan keamanan dan keselamatan di perairan sekitar tiga pulau terluar tersebut.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2025 Resmi Dibuka: Bukan Sekadar Latihan Militer
“Kegiatan patroli ini bertujuan mengantisipasi potensi ancaman terhadap kedaulatan negara, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat nelayan serta pengguna laut lainnya,” ujar Pahala, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Senin (25/8).
Ia menegaskan, melalui patroli keamanan laut, Yonpom 1 Marinir menunjukkan komitmen dalam menjaga kedaulatan negara dan keamanan maritim.
“Patroli ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi dari masyarakat dalam menjaga keamanan laut serta melaporkan bilamana ada potensi ancaman kepada pihak yang berwenang,” tambahnya.
Baca Juga: Sea Garuda 2025: TNI AL dan Thailand Tukar Pengetahuan Drone Taktis hingga Teknologi Kapal Perang
Sebagai informasi, satgas Marinir pengamanan pulau terluar 2025 menempatkan pasukan di pulau-pulau terluar strategis, termasuk Pulau Berhala di Selat Malaka, Pulau Rondo di ujung barat Sabang, serta Pulau Nipah di perairan Batam. Ketiga pulau ini memiliki nilai strategis sebagai garis depan pertahanan sekaligus pintu masuk jalur pelayaran internasional.
Pulau Berhala berada di jalur perairan Selat Malaka yang merupakan salah satu alur pelayaran tersibuk di dunia. Pulau Rondo terletak di ujung barat Indonesia, berbatasan langsung dengan perairan India dan menjadi titik terluar di Sabang. Sementara itu, Pulau Nipah memiliki posisi vital di perairan Batam, dekat dengan Singapura, dan berfungsi sebagai pengawas lalu lintas laut internasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































