Tiga Pembekalan Pembinaan Teritorial di Perbatasan untuk Prajurit Yonif 3 Marinir

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Pam Ambalat XXIX menerima sejumlah pembekalan Pembinaan Teritorial (Binter), Sidoarjo, Selasa (23/5).
Paban VI Taswilnas Ster TNI Kolonel Laut (P) Arief Budiman, menyampaikan kepada Dansatgasmar Pam Ambalat XXIX untuk melaksanakan tugas pokok, seperti pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Baca Juga: KSAD Berikan Penghargaan Kepada 19 Atlet TNI AD yang Berprestasi di SEA Games 2023
Kemudian, ia juga menekankan para prajurit agar selalu aktif dalam pembinaan teritorial dan terekspos.

"Serta selalu monitor perkembangan situasi wilayah perbatasan dalam upaya pemberdayaan di wilayah perbatasan," papar Arief dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (24/5).
Baca Juga: Empat KRI Dikerahkan dalam Latihan Glagaspur di Sorong
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol (Mar) Mintarjo, menyampaikan pembinaan teritoria adalah salah satu cara yang dinilai efektif dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan di wilayah penugasan.
"Melalui penyuluhan pembinaan teritorial ini, prajurit dapat menerapkan di lingkungan masyarakat tempat penugasan dan menjabarkan strategi Binter dalam kegiatan yang esuai dengan tuntutan situasi dan kondisi saat ini," jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































