Tiga Delegasi TNI AL Ikuti Simposium Internasional Kedokteran Gigi di Jerman

Jakarta, IDM - TNI AL mengirimkan tiga delegasi dalam 19th International Symposium Forensic Dentistry di Munich, Jerman.
Dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (5/8), ketiga delegasi ialah Kepala departemen kedokteran gigi militer Ladokgi RE Martadinata Kolonel Laut (K) drg. Muh Arifin, dan Kasi Alat Cekat Bag Orto RSGM Ladokgi RE Martadinata Mayor Laut (K) Irfan Wahyudi.
Baca Juga: Kapolri Cup 2023, Tim Basket TNI AD Ungguli Tim Basket PUPR
Kemudian, Pabanda Datin Multilateral Ban V Straops dan Diplomasi Sopsal Mayor Laut (P) Muhammad Amarullah.

Kegiatan yang berlangsung dari 1-4 Agustus ini dihadiri oleh 24 negara dan 139 delegasi yang terdiri dari dokter gigi forensik militer dan sipil serta profesor forensik gigi dari berbagai negara.
Pada simposium tersebut, Arifin berkesempatan menjadi pembicara implementasi pencatatan data antemortem gigi bagi prajurit TNI AL, terutama pasukan kusus dan bagi prajurit penugasan kusus ke luar negeri.
Baca Juga: KSAD Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 14 Pati TNI AD
Sebelumnya, Indonesia-Jerman sudah lama memiliki kerja sama dalam bidang kedokteran gigi militer dan sering mengirimkan dokter gigi militer Indonesia untuk belajar di Jerman.
Sempat terhenti beberapa waktu lalu karena pandemi, saat ini kegiatan Indonesia-Jerman aktif kembali untuk saling mengirim delegasi kedua negara apabila ada kegiatan ilmiah di bidang kedokteran gigi militer. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































