HANKAM

Tiba di Timika, Prabowo akan Resmikan RS TNI

Prabowo
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

Timika, IDM — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Timika, Papua, Jumat (10/11).

Prabowo tiba pukul 08:15 WIT mengenakan seragam safari cokelat dan disambut oleh Dandim Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Dedy Dwi Cahyadi dengan prosesi jajar hormat.

Baca Juga: Kunjungi Australia, KSAL Hadiri Indo-Pacific Sea Power Conference 2023

“Lapor! Satuan aman," sambut Dandim Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Dedy Dwi Cahyadi kepada Prabowo.

Prabowo
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)

Dalam kunjungan ke Papua tersebut, Prabowo akan menghadiri agenda peresmian dan peninjauan Rumah Sakit Tk. IV Timika Papua.

Baca Juga: Dankormar Nur Alamsyah Serahkan Jabatan Komandan Denjaka ke Kolonel Rino

Adapun rencana penyerahan kendaraan dinas bagi Prajurit TNI dan Polri akan berlangsung di Kodim 1710/Mimika.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.