Tiba di Oman, Aspers KSAL Kunjungi Satgas TNI Konga UNIFIL

Jakarta, IDM - Selesai melewati etape kedua, kali ini KRI Frans Kaisiepo-368 yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL tiba di Salalah, Oman, Minggu (18/12).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (20/12), kedatangan disambut langsung Atase Angkatan Laut RI untuk Riyadh Kolonel Laut (S) Dudy Hilmansyah beserta perwakilan KBRI Riyadh dan Muscat.

Pada kesempatan berikutnya, Asisten Personel (Aspers) KSAL Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi, dan Kadisbintalal Brigjen TNI (Mar) Sandy, berkesempatan mengunjungi Satgas MTF TNI Konga UNIFIL di KRI Frans Kaisiepo-368.
Irwan mengungkapkan rasa bangga terhadap prajurit Satgas MTF TNI Konga UNIFIL. Ia menilai, para prajurit tetap berada dalam semangat yang tinggi. Oleh karena itu, ia menekankan pelaksanaan tugas misi perdamaian dengan baik dan profesional.
Baca: KRI Kerambit-627 Laksanakan Uji Penembakan
"Dan saya titip kepada kalian agar tetap menjaga dan merawat kapal sampai dengan kembali ke tanah air nanti," kata Irwan. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































