HANKAM

Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, TNI AU Sambut Kehadiran Kekuatan Angkut Baru Pesawat A400M

pesawat A400M
Water salute menyambut kehadiran pesawat A400M di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyambut kedatangan pesawat terbaru, A400M yang mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11) pagi.

Kedatangan pesawat angkut strategis produksi Airbus tersebut disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono beserta jajaran pejabat TNI AU lainnya.

Hadirnya A400M di barisan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU semakin memperkokoh kekuatan angkut strategis para pengawal dirgantara dalam menjalankan tugasnya, setelah sebelumnya TNI AU telah memiliki pesawat C-130 Hercules dan C-130J Super Hercules.

Baca Juga: 750 Batalion Teritorial Pertempuran akan Dibangun, Ini Fungsinya

Unit pertama A400M yang tiba pagi ini merupakan realisasi dari kontrak pengadaan dua pesawat yang telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada November 2021, saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai menteri pertahanan.

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono beserta jajaran pejabat TNI AU menyambut kehadiran pesawat A400M di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDM/Muhammad Hidayat)

"Airbus A400M adalah pesawat multi-peran yang dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara TNI AU. Selain itu, pesawat tersebut juga mampu diandalkan untuk pengangkutan taktis dan pengiriman personel serta barang untuk pendaratan di berbagai medan," tulis Kementerian Pertahanan dalam laman resminya, dikutip Senin (3/11).

Dalam kesempatan berbeda, KSAU mengungkap, A400M akan ditempatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Pimpin Sertijab Kapok Sahli, Pangdam XVII/Cenderawasih Tegaskan Amanah dan Regenerasi Kepemimpinan

“Kita alokasikan (pesawat A400M) di Lanud Halim Perdanakusuma, di bawah Skadron Udara 31, karena memang tugas dari Skadron Udara 31 adalah angkut berat,” jelas Tonny usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU yang digelar di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, pada 3 Februari 2025.

Sebagai salah satu persiapan dan upaya memantapkan kesiapan operasional serta profesionalisme para pengawak, TNI AU telah mengirim sejumlah personel, termasuk empat penerbang, teknisi, dan loadmaster untuk menempuh pelatihan pengoperasian pesawat di Sevilla, Spanyol sejak Juli 2025.

Keempat penerbang TNI AU yang telah merampungkan pelatihan juga tampak ikut dalam ferry flight A400M dari Sevilla menuju Jakarta. Keempatnya adalah Letkol Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Mayor Pnb Fathir M. Hadid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma N. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.