The Hostage’s Hero: Aksi Prajurit TNI AL di Selat Malaka Diangkat ke Layar Lebar 2026

Jakarta, IDM - Kisah operasi pembebasan sandera yang pernah mengguncang Selat Malaka pada 2004 akan segera dihidupkan kembali melalui film layar lebar berjudul The Hostage’s Hero. Film aksi patriotik besutan TNI AL ini dijadwalkan tayang secara nasional pada Januari 2026.
Proses finalisasi penayangan tengah dibahas bersama jaringan bioskop XXI dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (17/10). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali hadir langsung bersama jajaran Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dan Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal), didampingi tim produksi film.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan, film ini dibuat berdasarkan peristiwa nyata operasi pembebasan 36 sandera kapal MT Pematang oleh prajurit KRI Karel Satsuitubun-356 dari aksi pembajakan.
Baca Juga: Pelda (K) Dewi, Babinsa Perempuan Pertama di NTB
“Film ini mengusung semboyan ‘Duty, Honor, and Love: Ketika Laut Memanggil, Mereka Harus Memilih,’ dan disutradarai oleh Revo S. Rurut dengan supervisi naskah dari Laksamana (Purn) (HOR) Achmad Taufiqoerrochman serta Disjarahal,” terang Tunggul dalam keterangan resmi Dispenal, Senin (20/10).
Sejumlah aktor kenamaan tanah air ikut terlibat, di antaranya Yama Carlos, Rifky Balweel, Aditya Herpavi, Choky Sitohang, Asri Welas, Robert Chaniago, hingga Ritassya Wellgreat. Film ini diharapkan menjadi representasi profesionalisme, keberanian, dan dedikasi prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara.
Tahap produksi film sebelumnya telah diresmikan langsung oleh Ali melalui pengambilan adegan (take scene) pertama di KRI Dewaruci, Koarmada II Surabaya, Jumat (12/9). Pengambilan adegan pertama itu juga dihadiri beberapa jajaran pejabat TNI AL.
Jalan cerita The Hostage’s Hero akan berfokus pada sosok Letkol Taufiq, komandan KRI Satsuitubun-356 yang dihadapkan pada misi genting: menyelamatkan sandera sekaligus mempertaruhkan nama baik bangsanya. Di tengah tekanan operasi, sang perwira juga digambarkan sebagai ayah dan suami yang harus meninggalkan keluarganya demi tugas negara.
Executive Producer PT Iswara Rumah Kreasi Nusantara, Irza Ifdial, menegaskan bahwa film ini tidak hanya menawarkan ketegangan aksi militer.
“Ini adalah narasi nasionalisme tentang keberanian, cinta tanah air, dan cinta pada keluarga. Harapan kami, film ini mampu memberikan dampak positif dan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang perjuangan prajurit TNI AL,” ujarnya.
Dengan perpaduan unsur taktis, heroik, dan humanis, The Hostage’s Hero digadang menjadi salah satu film aksi militer Indonesia paling dinantikan pada 2026. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































