Tes Psikologis jadi Seleksi Awal Calon Penerbang TNI AL Sebelum Jajal Bonanza dan Piper

Jakarta, IDM – Sebelum diizinkan menyentuh kemudi pesawat latih Beechcraft G-36 Bonanza dan Piper PA-28 Archer DX, sebanyak 17 taruna lulusan AAL lebih dulu harus melewati aptitude test, yakni uji psikologis yang mengukur bakat, konsentrasi, hingga refleks mereka di dunia penerbangan.
Seleksi awal para calon perwira penerbang TNI AL angkatan ke-30 ini digelar Puspenerbal melalui Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 selama tiga hari, pada 9-11 Oktober.
Baca Juga: 213 Prajurit TNI Berangkat ke Kongo, Emban Misi Stabilisasi Keamanan PBB
Tes tersebut dirancang untuk memastikan hanya taruna dengan insting ruang, koordinasi mata-tangan, dan kemampuan pengambilan keputusan cepat yang boleh lanjut ke tahap simulator dan uji terbang.
“Aptitude test ini penyaring awal. Kami tidak hanya mencari kemampuan akademis, tetapi juga kecocokan psikomotorik dan mental,” ujar Komandan Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal, Letkol Laut (P) Bani Safangat, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Senin (13/10).
Sementara Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan bahwa proses seleksi memang dirancang untuk menguji ketahanan sejak awal.
“Setiap calon siswa nantinya kami terbangkan dengan Piper PA-28 Archer DX dan Beechcracft G-36 Bonanza. Mereka menunjukkan kesiapan fisik dan mental yang prima,” tegasnya.
Baca Juga: Penerbang dan Penembak Helikopter TNI AU Tuntaskan Latihan Attack Training Mission
Ia berharap melalui seleksi ketat ini dapat mencetak calon-calon penerbang TNI AL terbaik yang akan siap mengawaki alutsista Puspenerbal di masa depan.
“Harapan kami, seleksi ini dapat menghasilkan generasi penerbang TNI AL yang profesional, mumpuni, dan siap menjaga kedaulatan di matra laut,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































