HANKAM

Terima Kunjungan Dubes Korsel, Menhan Sjafrie Bahas Finalisasi Proyek Jet Tempur KF-21 Boramae

Sjafrie Sjamsoeddin dan H.E. Yoon Soon Gu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Dubes Korsel untuk Indonesia H.E. Yoon Soon Gu. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI membahas finalisasi proyek jet tempur KF-21 Boramae dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel). Finalisasi itu dibahas saat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Korsel untuk Indonesia H.E. Yoon Soon Gu di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Secara garis besar, pertemuan membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Republik Korea di bidang pertahanan sebagai tindak lanjut arahan kedua kepala negara dalam mempererat kerja sama strategis.

Baca Juga: Detik-detik Tim Matan dan Sniper Paspampres Lumpuhkan “Musuh” di Bogor

“Pembahasan mencakup persiapan berbagai agenda kerja sama, antara lain mekanisme dialog pertahanan, pendidikan dan pelatihan, penguatan kerja sama industri pertahanan, serta rencana pengembangan kerja sama di bidang sistem senjata,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Rabu (15/7).

Selain itu, dibahas tindak lanjut berbagai program kerja sama pertahanan yang telah berjalan, termasuk penyelesaian tahapan akhir program pengembangan pesawat tempur bersama, KF-21 Boramae.

Diketahui, Kemhan memastikan Indonesia membeli jet tempur KF-21 hasil kolaborasi dengan Korsel. Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan RI Marsdya TNI Yusuf Jauhari mengatakan, Indonesia awalnya ingin memproduksi bersama jet tempur generasi 4.5 tersebut. Namun, kini Indonesia hanya membeli pesawat produksi Korea Aerospace Industries (KAI) itu.

Baca Juga: Kolonel Rully Riono Resmi Jabat Danpusteral, Emban Misi Pertahanan Laut Pesisir

“Seluruh pembahasan masih berada dalam kerangka penguatan kerja sama antarpemerintah dan akan dilaksanakan sesuai mekanisme serta prosedur yang berlaku,” tutur Rico.

Dalam waktu dekat, Indonesia dan Korsel juga akan menggelar pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dalam format 2+2 untuk membahas kerja sama pendidikan dan pelatihan serta pengembangan sistem pertahanan udara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.