HANKAM

Terima Alih Status Lahan dari BP Batam, Pangkodau I: Langkah Strategis Perkuat Struktur Organisasi TNI AU

Muzafar dan Alexsander Zulkarnain
Pangkodau I, Marsda TNI Muzafar bersama Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexsander Zulkarnain usai penandatanganan berita acara serah terima di Makodau I. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Pangkalan TNI AU Hang Nadim resmi menerima alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) berupa lahan seluas 20.000 meter persegi dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam).

Penandatanganan serah terima tersebut dilakukan Pangkodau I, Marsda TNI Muzafar, bersama Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexsander Zulkarnain di Makodau I, Kamis (5/2).

Baca Juga: TNI AD Lantik 20 Atlet Jalur Perwira Khusus, Ini Daftarnya

Muzafar mengatakan, alih status BMN ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi TNI Angkatan Udara.

“Alih status BMN ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesiapan operasional serta pembinaan satuan TNI Angkatan Udara,” ujar Muzafar dikutip dari rilis TNI AU, Jumat (6/2).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BP Batam, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, serta seluruh pihak terkait atas sinergi yang terjalin hingga proses alih status dapat terlaksana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Alexsander Zulkarnain menilai alih status ini memiliki arti penting dalam mendukung penguatan pertahanan, terutama di tengah meningkatnya investasi dan pembangunan fasilitas di wilayah Batam.

Baca Juga: Pesan Pangkodau I kepada Danlanud Sultan Iskandar Muda yang Baru: Perkuat Pendekatan Teritorial

Pada kesempatan yang sama, Danlanud Hang Nadim Letkol Pnb Hendro Sukamdani, menyatakan kepercayaan yang diberikan pemerintah akan dijaga dengan pengelolaan yang bertanggung jawab.

“BMN ini akan kami kelola secara tepat guna, transparan, dan akuntabel guna mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara nasional,” tegasnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.