HANKAM

Terima 20 Ekskavator dari Presiden, TNI AD Bangun Kanal Karhutla untuk Bendung Api

Ekskavator
TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya manfaatkan eskavator dari Presiden Prabowo Subianto untuk bangun kanal karhutla. (Foto: Dok. Kodam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM – Merespons kiriman alat berat 20 ekskavator dari Presiden Prabowo Subianto, TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya langsung bergerak membangun kanal karhutla untuk membendung penyebaran api.

Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Selasa (8/9), ekskavator bantuan dari Presiden Republik Indonesia telah tiba di Kodam II/Sriwijaya sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra Selatan.

Baca Juga: Bantu Padamkan Karhutla di Indonesia, Helikopter Chinook Jepang akan Beroperasi Delapan Hari

"​Alat berat ini selanjutnya langsung dimanfaatkan di sejumlah wilayah Sumatra Selatan untuk mendukung pembuatan kanal dan sekat yang berfungsi menghambat serta memutus penyebaran api apabila terjadi kebakaran. ​Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi dan komitmen dalam menjaga keamanan lingkungan masyarakat serta mencegah meluasnya karhutla di Sumatra Selatan," tulis keterangan Kodam II/Sriwijaya.

Berjibaku Padamkan Api

Untuk diketahui, prajurit TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya hingga saat ini terus berjibaku memadamkan api di wilayah Sumatra Selatan. Di Kawasan Ekonomi Khusus Desa Tanjung Binga, Belitung, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi.

Ekskavator
(Foto: Dok. Kodam II/Sriwijaya)

Tim Gabungan dari Kodim 0414 Belitung, Lanud H. AS Hanandjoeddin, Yonif 845 Kesatria Surya, dan BPBD langsung bergerak cepat. Di siang hari, Tim Pertama fokus membangun 'benteng pertahanan air' dengan membasahi vegetasi di sekitar api untuk mengurung jago merah agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Baca Juga: Sempat Terhenti Kena Abu Anak Krakatau, Proyek Dermaga Kapal Induk Lampung Berjalan Lagi

Kemudian di malam hari, tim kedua mengambil alih garis depan dan berhadapan langsung dengan kobaran api yang mengganas.

"Hawa panas dan lelah tak menyurutkan langkah para prajurit yang terus berjibaku memadamkan titik api. Inilah wujud pengabdian tanpa batas, TNI berdiri tegar siang dan malam demi menjaga alam dan keselamatan masyarakat Belitung," tutup keterangan Kodam II/Sriwijaya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.