Temui Commander of UEA Navy, KSAL Bahas Sejumlah Hal Ini

Jakarta, IDM - Kepapa Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menghadiri International Defence Exibitions (IDEX) 2023 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (22/2).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (24/2), dalam kesempatan tersebut, Ali melaksanakan bilateral meeting dengan Commander of UEA Navy Rear Admiral Saeed Bin Hamdan Al Nahyan.

Keduanya membahas sejumlah kerjasama antara kedua angkatan laut, khususnya dalam bidang latihan dan pendidikan.
Pada tahun ini, TNI AL akan menggelar sejumlah event internasional, di antaranya latihan dan symposium yang diikuti oleh puluhan negara sahabat, yaitu Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK), International Maritime Security Symposium (IMSS), dan International Fleet Review (IFR).

Event internasional tersebut direncanakan diselenggarakan di Makasar, Sulawesi Selatan, pada pertengahan 2023.
Baca: Lulus Pendidikan Semata PK, Ratusan Tamtama Tambah Kekuatan Personel TNI AU
Saat menghadiri IDEX 2023, Ali beserta delegasi juga meninjau secara langsung sejumlah produsen alutsista dari berbagai negara, salah satunya mengunjungi kapal perang Angkatan Laut Italia, Carlo Bergamini (F-590). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































