HANKAM

Tembus Hutan, TNI AD dan Nakes Gelar Pengobatan Malaria di Papua

Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 521:DY
Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan Binter Anjangsana melalui pelayanan kesehatan bagi warga di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Dok. Kodam XVII/Cendrawasih)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan Binter Anjangsana melalui pelayanan kesehatan bagi warga di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dilansir dari keterangan Penkodam XVII/Cendrawasih, Kamis (14/5), para prajurit ini menggandeng para tenaga kesehatan (nakes). Mereka menembus hutan dengan satu tujuan Papua bebas dari penyakit Malaria.

Baca Juga: KSAU Soroti Peran Penting Koharmatau dalam Menjaga Kesiapan Alutsista TNI AU

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial guna membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan rakyat.

“Melalui kegiatan Binter Anjangsana ini, kami ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga Distrik Kurima,” ujarnya.

Kepas Siep (57), salah satu masyarakat dari Distrik. Kurima menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang diberikan Satgas Yonif 521/DY, mengingat akses pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan masih terbatas.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua, wilayah yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan aksesibilitas yang kompleks. Ini menjadikan Papua sebagai pusat perhatian utama dalam upaya eliminasi malaria secara nasional.

Baca Juga: TNI AD Gerebek Markas Penimbunan BBM 4,7 Ton

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah mencanangkan target eliminasi malaria nasional pada tahun 2030. Dalam rangka mencapai target ini, berbagai strategi terus dilakukan seperti distribusi kelambu massal, pelatihan tenaga kesehatan lokal, hingga pembangunan fasilitas layanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil.

Kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, LSM, serta komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan eliminasi malaria. Di Papua, pendekatan berbasis budaya dan komunitas setempat menjadi strategi yang efektif untuk memastikan penerimaan program-program kesehatan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.