Teluk Jakarta jadi Lokasi Uji Coba Sistem Peta Laut Terbaru TNI AL September Ini

Jakarta, IDM – Teluk Jakarta bakal menjadi tempat uji coba teknologi pemetaan laut termutakhir milik TNI AL. Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menjadwalkan pelaksanaan uji teknis sistem peta digital baru tersebut pada awal September 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana besar Indonesia dalam mengadopsi sistem peta laut dunia yang baru. Pushidrosal menunjuk kawasan perairan ibu kota sebagai lokasi simulasi untuk menguji keandalan perangkat lunak navigasi terintegrasi sebelum resmi diterapkan di seluruh wilayah yurisdiksi laut nasional.
Baca Juga: Pushidrosal Jajaki Migrasi Data Navigasi ke Standar Dunia Baru, Ini Tujuannya
Agenda uji coba ini fokus pada penerapan data berkode S-101. Ini merupakan format visualisasi peta laut masa depan yang dirancang untuk menggantikan peta digital konvensional, demi mendongkrak akurasi navigasi kapal perang maupun kapal komersial internasional.
Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto menjelaskan, uji coba langsung di lapangan menjadi agenda prioritas yang sangat mendesak. Transformasi ini wajib berjalan demi menjaga kesiapan matra laut dalam merespons perkembangan teknologi navigasi global.
"Perkembangan teknologi survei dan pemetaan kelautan saat ini menuntut adanya transformasi yang berkelanjutan agar Pushidrosal mampu menjawab tantangan kebutuhan baik pengadaan peralatan dan pengembangan teknologi survei di masa mendatang," ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Jakarta, Selasa (2/6).
Uji coba di Teluk Jakarta nanti dirancang sebagai tindak lanjut dari upaya Indonesia mengejar migrasi standar internasional, yaitu IHO S-100 yang digagas oleh Organisasi Hidrografi Internasional. Melalui penerapan sistem baru ini, seluruh pengolahan data kedalaman laut akan terintegrasi dalam satu wadah digital tunggal yang jauh lebih presisi.
Baca Juga: Korpasgat-Pasukan Khusus AS Tingkatkan Interoperabilitas dalam Operasi Khusus dan Udara
Sebagai langkah persiapan sebelum menggelar aksi di perairan Jakarta, Pushidrosal juga bakal mengundang pihak pengembang teknologi navigasi global untuk memamerkan performa perangkat tersebut secara langsung di lingkungan internal TNI AL.
"Pushidrosal perlu mengundang Teledyne Caris untuk melaksanakan trial dan demonstrasi teknis di lingkungan Pushidrosal, termasuk dukungan pada pelaksanaan uji coba S-101 di Teluk Jakarta yang direncanakan pada awal September 2026," pungkas Budi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































