Telepon Genggam Prajurit TNI AD Disidak Cegah Judi Online

Jakarta, IDM – Telepon genggam milik prajurit TNI AD dari Yonif 143/TWEJ disidak oleh Danyonif 143/TWEJ Letkol Inf Danang Setiaji, didampingi para Danki, para Pasi dan Provost. Sidak ini dilakukan untuk mencegah maraknya kasus judi online di tubuh TNI AD.
Dilansir dari keterangan Pendam II/Sriwijaya, Kamis, (20/6) sidak ini dilakukan pada saat upacara bulanan di Lapangan Mayonif 143/TWEJ. Satu persatu handphone prajurit di periksa langsung.
"Apabila ditemukan aplikasi tersebut dalam telepon genggam prajurit, maka saya akan memberikan teguran keras kepada prajurit apalagi sampai terlibat atau ingin coba-coba bermain judi online," ujar Letkol Danang.
Ia menjelaskan kegiatan pengecekan telepon genggam ini bukan hanya dilakukan di Mako Yonif 143/TWEJ, tetapi juga dilaksanakan di masing-masing kompi jajaran Yonif 143 yang dilakukan oleh para Komandan Kompi dan anggota Provost yang berada di tiap kompinya masing-masing.
Baca Juga: Prabowo Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama dari Kapolri
"Alhamdulillah hasil pemeriksaan kali ini tidak ditemukan aplikasi judi online di telepon genggam prajurit namun kegiatan ini akan rutin kami lakukan dengan waktu yang tidak ditentukan," kata Danyonif. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































