HANKAM

Tekad Kodam Jaya Pelihara Sungai dan Situ

Pangdam Jaya/Jayakarta
Pangdam Jaya/Jayakarta bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). (Foto: Kodam Jaya)

Jakarta, IDM - Pangdam Jaya/Jayakarta bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) menandatangani perjanjian kerja sama dalam rangka kegiatan pemeliharaan sungai dan situ yang berada di wilayah teritorial Kodam Jaya, penandatanganan dilaksanakan di Makodam Jaya, Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur, Senin, (19/6).

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya memanfaatkan sungai dan situ untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Jelang 2024, Asops TNI Ajak Prajurit Tidak Terpengaruh Hoax

Adapun beberapa sungai-sungai yang masuk dalam proses pemeliharaan tersebut antara lain Sungai Rawalumbu, Sungai Jambe dan Sungai Ciliwung, sementara untuk situ yakni Situ Burangkeng dan Situ Bojongmanggu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.