HANKAM

Taruna AAL Latihan Peran Layar saat Lintasi Laut Cina Selatan

AAL berlatih layar KRI Bima Suci
Para taruna AAL berlatih peran layar di KRI Bima Suci saat melintasi Laut Cina Selatan, Sabtu (12/10). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-71 melaksanakan latihan peran layar di atas KRI Bima Suci, saat kapal tersebut melintasi Laut Cina Selatan dalam pelayaran menuju Filipina, Sabtu (12/10).

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso yang memimpin latihan tersebut, menjelaskan praktik peran layar adalah salah satu wujud membangun pengetahuan berlayar kepada taruna AAL.

Baca Juga: Di Sela-sela Patroli, Satgas Yonif Raider 509 Bagikan Sembako untuk Warga Bilogai

"Serta bertujuan meningkatkan profesionalisme dan mempertajam naluri tempur para taruna dan prajurit TNI AL dalam mengawaki alutsista," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (14/10).

AAL berlatih layar KRI Bima Suci
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Dalam latihan peran layar, Hastaria mengatakan para taruna AAL mempraktikkan 26 layar yang dimiliki oleh KRI Bima Suci. Adapun kapal layar latih tiang tinggi itu memiliki tiga tiang utama yang tersiri dari Tanggap, Tanggon, dan Trengginas.

"Selanjutnya, para taruna secara bergantian melaksanakan peran layar sesuai dengan instruksi dari pelatih," kata Hastaria.

AAL berlatih layar KRI Bima Suci
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Dia mengungkapkan para taruna AAL tersebut telah mendapatkan ilmu peran layar dari para instruktur di AAL. Latihan kali ini merupakan bagian untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para tarun dalam mengendalikan layar kapal.

Baca Juga: TNI AD Bersihkan Sungai Ciliwung Sejauh 120 Kilometer

Sebelumnya, KRI Bima Suci yang tergabung dalam satgas pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024 ini membawa 98 awak kapal dan 189 taruna AAL angkatan ke-71.

Kapal ini dijawalkan berlayar selama 90 hari dengan menempuh jarak 10.715 mil laut. Rute yang dilalui adalah Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan dan dijadwalkan kembali lagi ke pangkalan di Surabaya pada Oktober ini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.