HANKAM

Target Bangun 150 Batalion, KSAD: Permasalahan Sengketa Tanah Diselesaikan

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Ronald)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI AD akan mencari jalan tengah terkait sengketa tanah pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP).

"Nanti tetap kita akan cari jalan tengahnya supaya bisa yang terbaik buat kami dan juga buat masyarakat tersebut. Kira-kira begitu," kata Maruli saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan sengketa tanah biasanya muncul karena lahan tidur tersebut sudah lama ditempati masyarakat.

Baca Juga: Jadwal Kedatangan Kapal Baru TNI AL: KRI Prabu Siliwangi April, KRI Canopus Pertengahan Mei

"Sebenarnya aturannya yang kami pegang (TNI AD) itu legal dan itu sudah pasti benar. Namun, dalam prosesnya terkadang ada tanah yang dahulunya lahan tidur masyarakat sudah menempatinya. Sehingga muncul permasalahan tersebut," kata Maruli.

Lebih lanjut Maruli memastikan TNI AD tetap menargetkan membangun 150 Batalion setiap tahunnya.

Sebelumnya pembangunan Markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 872/Andi Djemma di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan sempat ricuh. Saat itu, Dandim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan TNI AD tidak merebut lahan warga. Lahan tersebut telah resmi dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada TNI AD dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: KSAL Ingin Garis Pantai RI Hasilkan Rumput Laut untuk Ekspor

Ia pun memastikan bahwa proses pembangunan Markas Yon TP 872 merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan kawasan Luwu Raya.

“Pengerjaan akan dilanjutkan dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. TNI juga menghormati rencana warga yang ingin menempuh jalur hukum. Pihak TNI berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat sehingga penyelesaian dapat ditempuh secara konstruktif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Windra. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.