HANKAM

Tanpa Angkat Senjata, Begini Cara TNI AD Buat Warga Sukarela Serahkan Senpi

Springfield
Seorang warga Desa Buk, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), secara sukarela menyerahkan tiga pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield kepada personel Pos Nino. (Foto: Dok. Kodam IX/Udayana)

Jakarta, IDM – Memenangkan hati rakyat terbukti jauh lebih efektif daripada tindakan represif. Di tapal batas negara, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad berhasil membuktikan bahwa kedekatan emosional mampu meruntuhkan keraguan warga untuk patuh pada hukum.

Dilansir dari keterangan Penerangan Kodam IX/Udayana, Selasa (23/6), tanpa ketegangan, seorang warga Desa Buk, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), secara sukarela menyerahkan tiga pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield kepada personel Pos Nino.

Baca Juga: Kronologi Prajurit TNI AU Gugur Saat Tolong Pelajar yang Tenggelam di Pantai Nirun

Menurut Danpos Nino, Letda Arh. Septia Gandy keberhasilan ini tidak terjadi secara instan dalam semalam. Cara utama yang dilakukan personel Satgas adalah dengan konsisten hadir di tengah kesulitan masyarakat melalui Pembinaan Teritorial (Binter), pelayanan kesehatan, serta komunikasi sosial yang intensif, warga merasa nyaman dan percaya untuk menyerahkan senjata yang selama ini disimpan kepada aparat keamanan.

"Langkah tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif. Menurutnya, penyerahan senjata api secara sukarela memiliki nilai strategis sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi penyalahgunaan senjata yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan perbatasan RI–RDTL," kata Gandy.

Baca Juga: Enam Perwira Akmil 2022 Lulus Pendidikan Danki di Pakistan

Lebih lanjut ia memastikan keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

"Satgas juga terus mengimbau warga yang masih menyimpan senjata api atau amunisi ilegal agar menyerahkannya kepada aparat keamanan demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat perbatasan," tutup Gandy.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.