HANKAM

Tangisan Prajurit Saat Tradisi Pelepasan Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana

Brigjen TNI Wahyu Yudhayana
Momen prajurit melepas Brigjen TNI Wahyu Yudhayana dari Dinas Penerangan Angkatan Darat. (IDM/Ricardo Ronald)

Jakarta, IDM - Momen haru terjadi saat tradisi pelepasan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) lama Brigjen TNI Wahyu Yudhayana di Mabesad, Jumat (31/10). Para prajurit mengiringi kepergian Wahyu dari penerangan Angkatan Darat dengan tangisan.

Berdasarkan pantauan Indonesia Defense Magazine, acara tradisi pelepasan dimulai dengan upacara yang diikuti PNS Angkatan Darat, prajurit Dispenad hingga Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana.

Wahyu pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan tim Penerangan Angkatan Darat selama dia bertugas. Menurutnya tim Penerangan Angkatan Darat tersebut adalah salah satu tim terbaik yang dimiliki TNI AD.

Baca Juga: Kadispenad Baru, Kolonel Inf Donny Pramono Mengabdi 19 Tahun di Kopassus

"Sekarang saya mengatakan bahwa bapak-bapak, ibu-ibu sekalian adalah yang terbaik, salah satu yang terbaik di Angkatan Darat. Tidak ada yang memungkiri itu. Tanyakan kepada pimpinan, tanyakan kepada kolega, rekan-rekan, insyaallah semua akan mengatakan kalian adalah salah satu yang terbaik di Angkatan Darat," kata Wahyu.

Selesai upacara tradisi perpisahan, Wahyu kemudian menyalami satu persatu tim Penerangan Angkatan Darat. Di sinilah momen tangisan prajurit tak terbendung, termasuk Wahyu sendiri. Mereka terus mengiringi Wahyu hingga jebolan Akmil 1998 ini naik ke mobil dinasnya.

Wahyu bertugas menjadi Kadispenad selama 1 tahun 3 bulan. Selama kepemimpinannya, TNI AD dihinggapi berbagai macam isu dan persoalan. Diantaranya Revisi UU TNI, kasus ledakan amunisi di Garut, hingga kasus kejahatan dan indispliner prajurit.

Baca Juga: Skomlekau Bekali Personel TNI AU Pemahaman dan Kemampuan Radar Pasif

Kini Wahyu akan menempati jabatan baru sebagai Sesmilpres Kemensetneg. Posisi Kadispenad yang di lepasnya akan diisi Kolonel Inf Donny Pramono.

"Tadi Bapak KSAD berpesan agar terus berbuat yang terbaik di dalam setiap pengabdian amanah yang diberikan kepada saya. Dan itu saya pegang teguh, artinya dimanapun saya berada, saya ditugaskan, saya akan berusaha untuk selalu berbuat yang terbaik," kata Wahyu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.