Tangani Korban Luka Gempa Cianjur, TNI AL Akan Kirim Rumah Sakit Lapangan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan TNI AL akan mengirimkan rumah sakit lapangan (rumkitlap) dari Pasmar 2, Karangpilang, Surabaya ke Cianjur untuk merawat para korban yang terluka pascagempa.
"Ini juga sedang kita siapkan rumkitlap di Pasmar 2, Karangpilang yang nanti akan dikirim ke Cianjur. Makanya, Marinir dikirim kesana untuk mencari lokasi yang luas karena sarana rumkitlap sangat besar," kata Yudo di Mabesal, Jakarta, Selasa (22/11).

Yudo mengungkapkan, rumkitlap yang akan dikirim di Cianjur tersebut memiliki fasilitas cukup baik, seperti memiliki tempat untuk operasi bedah, unit layanan intensif (ICU), dan bisa merawat 100 pasien. Selain personel dan tim medis, TNI AL juga mengirimkan alat berat, seperti ekskavator.
"Saya kira Yon Zeni bisa ikut dikirim ke sana untuk membantu perbaikan sarana dan prasarana yang rusak," ungkap Yudo.
Baca: 500 Personel Marinir TNI AL Bantu Evakuasi Korban Gempa Cianjur
Sekitar 500 personel dari satuan Korps Marinir dikirimkan untuk membantu evakuasi korban pascagempa Cianjur. Rencananya, ratusan personel Marinir tersebut akan bertugas selama 7-14 hari ke depan karena kondisi saat ini masih tanggap darurat.
"Nanti kami melihat situasi. Kalau memang di sana sudah bisa normal, kami tarik tim. Jika masih dibutuhkan, kita akan bantu sampai selesai," pungkas Yudo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































