HANKAM

Tambah Kekuatan Perwira, TNI AU Lantik 192 Personel Lulusan Setukpa Angkatan ke-28

A. Gustaf Brugman
Wakil KSAU Marsdya TNI A. Gustaf Brugman saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah perwira lulusan Setukpa Angkatan ke-28. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menambah kekuatan perwiranya dengan melantik dan mengambil sumpah 192 personel lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-28 Tahun 2023.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut dilakukan dalam sebuah upacara militer yang dipimpin oleh Wakil KSAU Marsdya TNI A. Gustaf Brugman di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Kamis (22/6).

Dalam sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang dibacakan Wakil KSAU ditegaskan, untuk menjadi seorang perwira tidaklah mudah karena artinya mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan pangkat yang melekat sebelumnya.

Baca Juga: Satgas Indo RDB di Kongo Gelar Patroli Keamanan

“Oleh karena itu, para perwira yang baru dilantik, segera ubah pola pikir (mindset) yang disertai dengan rasa tanggung jawab sesuai pangkat yang melekat di pundak,” pesan Fadjar.

Lebih lanjut KSAU mengungkapkan, setelah mengucap sumpah perwira, kini mereka memiliki tanggung jawab baru dan moril sebagai pemimpin serta teladan bagi anak buahnya.

pelantikan
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah perwira lulusan Setukpa Angkatan ke-28. (Foto: Dok. Dispenau)

“Kini tiba saatnya kalian memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara di mana pun kalian bertugas. Saya yakin kalian akan menjadi pantuan, tidak hanya di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU), tetapi juga di dalam keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Prajurit TNI AL Ini Jadi Perwakilan Forum Maritime Trafficking Routes-Southeast Asia di Thailand

Sejalan dengan pangkat yang telah disematkan, KSAU juga berharap agar para perwira baru ini dapat menunjukkan semangat, karakter yang ksatria, komitmen, dan kebanggaan dalam pengabdiannya sebagai perwira TNI AU.

Melansir keterangan Dispenau yang diterima redaksi IDM dijelaskan, pendidikan Setukpa Angkatan ke-28 diikuti oleh 192 siswa, yang terdiri dari 171 siswa pria dan 21 siswa wanita Angkatan Udara (Wara). Adapun gelar lulusan terbaik pada angkatan ke-28 berhasil diraih oleh Letda Kes Achmad Arbain asal satuan Lakespra dr. Saryanto

Sebagai informasi, pendidikan Setukpa merupakan jenjang pendidikan militer yang bertujuan untuk mengubah sikap dan mental personel dari seorang bintara menjadi seorang perwira yang mumpuni sesuai dengan korps dan profesi masing-masing.

Baca Juga: KSAL Kunjungi Galangan Kapal Perang Turki Golcuk Shipyard

Mereka yang terpilih untuk mengikuti pendidikan Setukpa merupakan personel terpilih karena sebelumnya harus mengikuti serangkaian tes dan seleksi yang sangat ketat. Selanjutnya, calon perwira tersebut akan menempuh pendidikan selama lima bulan sampai akhirnya dilantik dan diambil sumpahnya sebagai perwira baru TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.