HANKAM

Tambah 25 Radar Baru, TNI AU Perkuat Pengawasan Udara Nasional dan Tutup Blind Spot

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, didampingi sejumlah pejabat TNI AU, memberikan keterangan pers usai upacara peringatan HUT ke-80 TNI AU. (IDM/Yuli Ari)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal memperkuat jangkauan pengawasan udara nasional melalui penambahan 25 radar baru yang ditargetkan rampung terpasang seluruhnya pada 2029.

Radar-radar tersebut rencananya ditempatkan di sejumlah wilayah yang selama ini belum tercakup pengawasan atau masih menjadi blind spot.

Baca Juga: Brigjen TNI Yanuar Dwi Hantono, Alumni UGM yang Kini Menjabat Danrem Yogyakarta

"Kita menempatkan radar-radar baru itu di tempat yang saat ini menjadi blind spot sehingga ke depan dengan penambahan 25 radar, seluruh Indonesia akan tercover oleh radar. Tidak ada daerah yang tidak bisa dipantau oleh radar. Ini berproses, insyaAllah pada tahun 2029, semua sudah terinstal sesuai rencana," jelas KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-80 TNI AU di Mabesau, Jakarta, Kamis (9/4).

Melansir laman TNI AU, tni-au.mil.id, dari total 25 unit radar baru tersebut, 13 unit akan digunakan untuk mengganti radar yang sudah ada saat ini (existing), sementara 12 unit lainnya bakal ditempatkan di lokasi baru, salah satunya di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Menhan akan Buka Pelatihan Komcad ASN Gelombang Pertama di Halim pada 22 April

"Satuan Radar Takalar nantinya dapat mendeteksi pesawat yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) khususnya di wilayah ALKI 2 dengan cakupan wilayah perairan Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok, dan Laut Sulawesi," jelas Tonny saat acara peletakan batu pertama pembangunan Satrad Takalar, Januari 2025.

Untuk mendukung rencana penambahan puluhan radar baru tersebut, TNI AU saat ini tengah mengintensifkan pembangunan infrastruktur pendukung Satuan Radar (Satrad) di sejumlah titik yang akan menjadi lokasi operasional radar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.