HANKAM

Tak Hanya Latihan Tempur, TNI AL dan Amerika Kolaborasi Program Kemanusiaan

Koarmada II TNI AL dan US Navy
Koarmada II TNI AL dan US Navy menutup latma Carat 2025 di Pusat Latihan Tempur Marinir 5, Situbondo, Minggu (29/6). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) tidak hanya berkolaborasi tempur, tetapi juga saling bersinergi untuk program kemanusiaan dalam latihan bersama 'Cooperation Afloat Readiness and Training' (Carat) 2025 yang digelar di Situbondo, Jawa Timur, selama 23-30 Juni.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar Prima Hadi, mengungkapkan sejumlah program kemanusiaan tersebut terdiri dari bakti sosial (medcap) yang memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Situbondo.

"Kegiatan ini berupa pengobatan umum bagi 200 warga, donor darah yang diikuti 150 peserta, hingga khitan massal bagi 50 anak," ungkap Antonius, dalam keterangannya, dikutip Senin (30/6).

Baca Juga: TNI: OPM Rusak Tiga Jembatan, Warga Distrik Oksop Terisolir Kekurangan Makanan

Selain menggelar layanan kesehatan, Antonius mengatakan kolaborasi program kemanusiaan oleh TNI AL dan US Navy juga meliputi pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat.

Kemudian, TNI AL dan US Navy juga melakukan program aksi sipil atau engineering civic action pgoram (encap) dengan merenovasi bangunan sekolah dasar negeri IV Sumberwaru, Situbondo.

"Kegiatan ini menjadi bukti kontribusi nyata dalam meningkatkan fasilitas pendidikan masyarakat setempat melalui kerja sama dua negara," lanjutnya.

Adapun latihan bersama Carat 2025 antara TNI AL dan US Navy resmi ditutup di Pusat Latihan Tempur Marinir 5, Banongan, Situbondo, Minggu (29/6). Upacara penutupan dipimpin oleh Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan dan Gugus Tempur Ekspedisioner (ESG) 7 Kapten Adam Bellin.

Selama latihan berlangsung, TNI AL dan US Navy juga melaksanakan sejumlah materi tempur dalam fase laut (sea phase) yang digelar di Laut Jawa. Sebanyak tiga kapal perang TNI AL, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Frans Kaisispo-368, dan KRI Sampari-628 serta satu destroyer milik Amerika, USS Curtis Wilbur (DDG 54) saling uji kemampuan antikapal selam (casex A4) hingga penembakan cepat untuk serangan udara (aarofex).

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL dan Amerika Latihan Gabungan Antikapal Selam hingga Serangan Udara

"Mereka melaksanakan berbagai serial latihan lainnya, seperti komunikasi isyarat visual menggunakan cahaya (flashex); tembakan permukaan (gunex); pengambilan foto dari udara (photoex); dan sailing pass untuk interopabilitas dan kesiapan tempur kedua angkatan laut," jelas Antonius.

Total 940 prajurit dari TNI AL dan US Navy terlibat dalam latihan bilateral tahunan ini. Rincian masing-masing prajurit ialah 700 prajurit dari TNI AL yang meliputi Komando Pasukan Katak (Kopaska); Korps Marinir, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal); Pangkalan TNI AL (Lanal) jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V; dan tenaga medis dari RSPAL dr. Ramelan.

Sedangkan US Navy tercatat membawa 240 prajuritnya, termasuk dari Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.