Tak Cuma Penyelam, Terapi Hiperbarik Kini jadi Solusi Stroke dan Luka Kronis

Jakarta, IDM – Terapi oksigen hiperbarik selama ini identik dengan pengobatan bagi penyelam yang mengalami dekompresi. Namun, tren dunia medis modern menunjukkan terapi ini makin krusial untuk penanganan penyakit umum seperti stroke hingga kebugaran.
Ketua Kolegium Kedokteran Kelautan Kolonel Laut (K) dr. Hisnindarsyah, menyoroti pergeseran tren medis ini saat membuka pelatihan kesehatan maritim di Jakarta.
Baca Juga: Hanya 46 Lolos, Ratusan Calon Prajurit Keraton Yogyakarta Gugur di Tangan Psikolog TNI AL
"Terapi oksigen hiperbarik sendiri kini tidak hanya digunakan untuk menangani penyakit dekompresi bagi penyelam, tetapi juga telah berkembang pesat untuk penyembuhan luka kronis, pemulihan pascastroke, hingga kebugaran," jelas Hisnindarsyah dalam keterangannya, dikutip Senin (19/1).
Melihat tingginya kebutuhan medis tersebut, puluhan tenaga kesehatan digembleng secara intensif dalam pelatihan yang berlangsung selama sembilan hari, 12-22 Januari 2026.
Hisnindarsyah menekankan, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar, kebutuhan akan ahli di bidang ini sangat mendesak. Namun, ia mengingatkan bahwa pengoperasian alat bertekanan tinggi ini butuh standar ketat.
"Pelatihan angkatan ke-2 di tahun 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola layanan hiperbarik yang memiliki standar kualifikasi tinggi, sehingga keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.
Baca Juga: TNI Kerahkan 2 Pesawat dan Prajurit Korpasgat-Kostrad Evakuasi Pesawat ATR 42-500
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali materi komprehensif. Mulai dari fisiologi lingkungan hiperbarik, manajemen fasilitas chamber, hingga simulasi penanganan kegawatdaruratan kelautan.
Target akhirnya, lanjut Hisnindarsyah, fasilitas layanan hiperbarik di berbagai rumah sakit dan klinik di Indonesia dapat dikelola oleh tenaga profesional tersertifikasi. Hal ini semata-mata untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat kesehatan maritim dunia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































