TNI Kerahkan 2 Pesawat dan Prajurit Korpasgat-Kostrad Evakuasi Pesawat ATR 42-500

Jakarta, IDM – TNI mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan personel dalam misi evakuasi korban dan puing-puing pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
TNI Angkatan Udara mengerahkan dua pesawat, yakni Helikopter H225M Caracal (rotary wing) dari Skadron Udara 8 Pangkalan TNI AU (Lanud) Atang Sendjaja dan pesawat Boeing 737-200 (fixed wing) dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin untuk melaksanakan pencarian melalui udara di sektor-sektor yang telah ditentukan.
Baca Juga: TNI AD Gagalkan Penyelundupan 22 Paket Sabu di Perbatasan RI-Malaysia
Pada Minggu (19/1), TNI melalui Tim Search and Rescue (SAR) TNI AU telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung.
Selain itu, TNI juga mengerahkan lima satuan setingkat kompi (SSK) dari Kodam XIV/Hasanuddin, tiga SSK dari Divisi 3 Kostrad, 60 personel Lanud Sultan Hasanuddin dan Komando Daerah Udara (Kodau) II, serta 30 personel Korpasgat.
“Berbagai peralatan pendukung juga disiapkan, di antaranya ambulans, drone, Starlink, handy talky (HT) satelit, serta perlengkapan pendukung lain,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, dikutip Senin (19/1).
Unsur Korpasgat yang terlibat dari Yon Parako 473 Korpasgat dan Yon Arhanud 23 Korpasgat.
Baca Juga: TNI Percepat Pemulihan Pascabencana, Dua Jembatan Bailey Selesai Dibangun
Tim gabungan TNI bersinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kodam XIV/Hasanuddin, Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VIII serta masyarakat sekitar untuk mempercepat dan perkuatan dalam upaya pencarian dan evakuasi di area yang sulit dijangkau.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 hilang kontak di wilayah Maros pada Sabtu (17/1). Pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). ATR 42-500 lepas landas dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































