Tak Ada Ambulans, TNI Gotong Warga Papua yang Sakit Gunakan Tandu

Jakarta, IDM - TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY menggotong Yunus (53 tahun) yang mengalami cedera serius pada bagian tangan dan kaki akibat serangan binatang buas saat berkebun.
Yunus digotong dengan tandu darurat yang dibuat dari bahan seadanya menuju fasilitas kesehatan di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yahukimo, Papua.
Baca Juga: Pangkoopsud I Pimpin Sertijab Empat Jabatan Komandan Lanud
Dilansir dari keterangan Pendam XVII/Cendrawasih, Sabtu (19/7) Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan evakuasi hanya bisa dilakukan secara manual lantaran tak adanya kendaraan medis (ambulans) dan akses jalan yang tidak memadai.
Para prajurit ini bergerak cepat menembus medan pegunungan, jalur hutan agar Yunus cepat mendapatkan pengobatan.
"Proses evakuasi tersebut menempuh jalur yang curam, licin, dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Perjalanan penuh perjuangan itu berakhir bahagia ketika Bapak Yunus akhirnya tiba dengan selamat di Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis yang layak. Tandu darurat bukan sekadar alat. Ia menjadi simbol kehadiran negara, simbol kasih sayang, dan pengorbanan tanpa pamrih," kata Rahadyan.
Baca Juga: Rakor dengan TNI, Menko Budi Gunawan: Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Aksi ini mendapat apresiasi dari masyarakat walaupun minim fasilitas TNI tetap hadir di garda terdepan.
"TNI bukan hanya menjaga perbatasan, tapi juga menjadi penopang harapan masyarakat. Di saat keterbatasan menjadi kenyataan, mereka hadir sebagai pelindung dan penolong,” kata salah satu warga. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































