HANKAM

Syarat Naik Pangkat, 181 Perwira Pertama Ikuti Sidang Pantukhir Dikspespa

Dikspespa
Sidang penentuan akhir program Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikspespa). (Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - Sebanyak 181 perwira pertama (Pama) dari berbagai Komando Utama (Kotama) TNI AL, mengikuti sidang penentuan akhir program Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikspespa) 2023 di Surabaya, Selasa (16/5).

Pendidikan Dikspespa ini adalah lanjutan perwira TNI AL sebagai persyaratan naik pangkat dari Letnan Satu (Lettu) ke Kapten.

Baca Juga: Alih Tugas, KSAU Pimpin Sertijab Komandan Seskoau

Adapun, 181 Pama yang mengikuti program ini terdiri 13 orang pelaut, 33 orang teknik, 12 orang elektro, 23 orang suplai, 18 orang Marinir, 44 orang kesehatan, 15 orang hidros, 18 orang pomal, lima orang hukum.

Dikspespa
(Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Sidang tersebut dipimpin langsung Aspers KSAL Laksamana Muda TNI Rahmad Wahyudi. Dalam amanatnya, ia menjelaskan Dikspespa adalah pendidikan pengembangan umum yang mendidik perwira untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi pada strata teknis.

"Melalui pendidikan Dikspespa ini, para perwira yang terpilih akan dibekali pengetahuan spesialisasi yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dalam penugasan selanjutnya," ujarnya dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Selasa (16/5).

Baca Juga: Singgah di Bangka Belitung, JAT Suguhkan Beragam Manuver Udara untuk Masyarakat

Dikarenakan sidang ini adalah tahap akhir dari seleksi, ia berharap seluruh pejabat yang hadir dapat melaksanakan tugas mulia secara baik dan teliti.

"Saya berharap dari hasil ini, dapat membantu pimpinan untuk mendapatkan calon peserta didik yang berkualitas, nantinya menjadi pemimpin-pemimpin TNI AL, bangsa dan negara yang berintegritas dan andal," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.