HANKAM

Sukses Lakukan Harwat, Depohar 30 Serahkan Pesawat Casa NC-212-200 A-2103 ke Skadron Udara 4

Pesawat Casa NC-212-200 A-2103 usai melewati proses pemeliharaan intensif dan uji terbang yang ketat oleh Depohar 30. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)
Pesawat Casa NC-212-200 A-2103 usai melewati proses pemeliharaan intensif dan uji terbang yang ketat oleh Depohar 30. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM –  Komandan Depo Pemeliharaan (Depohar) 30, Kolonel Tek MD. Riswanto menyerahkan pesawat Casa NC-212-200 kepada Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (13/9).

Baca Juga: Bahas Rencana Latihan Bersama, TNI AL Minta Korsel Libatkan Banyak Kapal

Pesawat dengan nomor registrasi A-2103 tersebut diserahkan usai sukses melewati proses pemeliharaan intensif dan uji terbang yang ketat oleh Depohar 30. Pesawat Casa NC-212-200, yang memiliki peran penting dalam operasi logistik dan patroli udara, telah diperbaiki secara menyeluruh untuk memastikan kinerjanya agar semakin optimal.

Komandan Depo Pemeliharaan 30, Kolonel Tek MD. Riswanto menyerahkan pesawat Casa NC-212-200 kepada Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)
Komandan Depo Pemeliharaan 30, Kolonel Tek MD. Riswanto menyerahkan pesawat Casa NC-212-200 kepada Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Selaras dengan hal tersebut, penyerahan pesawat ini sekaligus menandai langkah penting dalam upaya peningkatakan kekuatan pertahanan udara Indonesia.

“Pesawat Casa yang telah menjalani serangkaian perbaikan dan peningkatan kemampuan ini akan menjadi aset strategis bagi Skadron Udara 4. Pesawat ini akan mendukung kemampuan operasional skadron secara signifikan," ucap Kolonel Riswanto dikutip dari keterangan Penerangan Koharmatau.

Komandan Skadron Udara 4, Mayor Pnb M. Susilo Adisaputro mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dedikasi hingga kinerja tim Depo Pemeliharaan 30 atas pemeliharaan pesawat Casa ini. Usai harwat, keberadaan Casa A-2103, lanjutnya, dapat semakin memperkokoh kekuatan armada Skadron Udara 4 dalam menjalani beragam misi dan oeprasi; serta menghadapi beragam tantangan operasional di masa depan.

Baca Juga: Etape Keenam KJK 2024, KRI Bima Suci Berlabuh di Busan Korsel

"Kami sangat menghargai dedikasi tim pemeliharaan. Dengan pesawat ini, kami siap melaksanakan misi dengan efisiensi dan keandalan yang lebih baik," ujar Mayor Susilo. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.