HANKAM

Soal Kematian Prada Lucky, Kodam Udayana Tegas Tolak Kekerasan di Tubuh TNI AD

Prada Lucky Chepril Saputra.
Prada Lucky Chepril Saputra meninggal diduga dianiaya sesama prajurit TNI. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Menyikapi kematian Prada Lucky Chepril Saputra yang diduga dianiaya sesama prajurit TNI, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra menyebut bahwa tidak ada ruang di tubuh TNI AD bagi tindakan kekerasan, penyalahgunaan wewenang, atau perilaku menyimpang lainnya.

Karena hal ini, dia memastikan terhadap para personel yang diduga terlibat, saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak Subdenpom Kupang.

Baca Juga: Kolaborasi TNI AL dan Kemendes, Pendekatan Maritim Jadi Strategi Baru Pembangunan Wilayah 3T

"Kami tetap mengedepankan asas Praduga tak bersalah, namun jika nanti terbukti bersalah, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan militer," kata Candra kepada wartawan, Jumat (8/8).

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa para pimpinan TNI AD telah berkomitmen penuh untuk menegakkan disiplin, serta memastikan bahwa seluruh prajurit menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prada Lucky Chepril Saputra. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kodam IX/Udayana dan jajaran. Perlu kami sampaikan bahwa kami telah mengetahui kejadian tersebut dan saat ini kasusnya sedang ditangani secara intensif," jelas Candra.

Sebelumnya di media sosial ramai diberitakan bahwa seorang prajurit TNI AD bernama Prada Lucky Chepril Saputra meninggal akibat dianiaya sesama prajurit.

Baca Juga: TNI AL Kirim KRI RE Martadinata dan Helikopter Panther ke Thailand, Kombinasi Tempur di Latma Sea Garuda

Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8), saat sedang menjalani perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Prada Lucky merupakan anggota Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.