Skenario Penyusupan Udara, Marinir Matangkan 'Fast Rope' Jelang RIMPAC 2026 Hawaii

Jakarta, IDM – Pasukan Korps Marinir terus mematangkan kesiapan bertempur menjelang perhelatan latihan bersama multilateral terbesar di dunia. Prajurit pilihan tersebut tengah menggembleng diri untuk unjuk kemampuan dalam ajang Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari persiapan strategis, jajaran prajurit yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) RIMPAC 2026 menggelar latihan intensif di Sarana Mountaineering Kesatrian Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (10/6).
Fokus utama latihan kali ini tertuju pada pemantapan materi fast rope atau teknik turun cepat dari helikopter menggunakan tali. Kemampuan taktis tersebut menjadi modal vital dalam skenario penyusupan pasukan ke daerah sasaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Taktik meluncur cepat dari udara ini juga menjadi keterampilan utama dalam mendukung operasi khusus yang mengandalkan unsur kejutan dan kecepatan tinggi. Upaya ini merupakan komitmen TNI AL untuk mengirimkan personel yang memiliki fisik prima serta kesiapan mental tingkat tinggi di panggung internasional.
Baca Juga: TNI AD: 2 Tahun Terakhir, OPM Sudah Bakar 10 Bangunan Sekolah di Papua
Untuk memastikan aspek keselamatan dan standardisasi materi, kegiatan ini diawasi langsung oleh perwira staf logistik RIMPAC 2026, Kapten (Mar) Fransiskus Ramliani. Seluruh tahapan simulasi dievaluasi secara ketat demi memenuhi prosedur operasi standar atau standar operasi prosedur internasional yang berlaku.
Komandan Unsur Tugas Marinir Letkol (Mar) Huda Prawira Soemarto, memberikan penjelasan langsung mengenai signifikansi latihan ekstrem tersebut di lapangan. Menurutnya, penguasaan materi peluncuran tali ini sangat krusial agar prajurit tetap adaptif dalam menghadapi tantangan operasi modern yang dinamis.
"Setiap prajurit harus memahami dan menguasai materi latihan dengan baik. Laksanakan setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, utamakan faktor keamanan, serta tunjukkan semangat juang dan profesionalisme sebagai prajurit Korps Marinir yang akan mewakili Indonesia pada RIMPAC 2026," ujar Huda, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (11/6).
Baca Juga: KRI Bima Suci Bawa Puluhan Taruna AAL Merapat ke Vladivostok Rusia
Huda menambahkan, ketangkasan meluncur dari udara ini akan diaplikasikan dalam skenario serangan kilat dan pertempuran jarak dekat atau close quarter battle (CQB). Keterampilan tempur ini juga menjadi kunci sukses dalam misi pembebasan sandera serta pengamanan berbagai objek vital strategis. Latihan turun tali ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian latihan pendahuluan selama dua pekan yang wajib dilahap pasukan sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
Sebelumnya, Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Eko Triyatomo selaku Komandan Satgas RIMPAC 2026 telah menghadiri pembukaan pengarahan latihan pendahuluan di Cilandak, Jakarta, Senin (8/6). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigjen (Mar) Arif Rahman Hendrata Anggoro Jati.
Masa penggemblengan selama 14 hari di dalam negeri ini menjadi menu wajib untuk menggenjot kesiapan fisik serta mempertajam taktik tempur sebelum berhadapan dengan simulasi perang nyata.
Dalam misi internasional tahun ini, TNI AL mengirimkan delegasi gabungan yang tangguh ke Hawaii. Komando Armada (Koarmada) II mendelegasikan dua perwira shore staff atau staf darat sebagai bagian dari pengendalian latihan (exercise control). Mereka adalah Letkol Laut (P) Eko Triyatomo dan Kapten Laut (P) Suhari Rumalean yang saat ini menjabat Kepala Divisi PBA KRI Bung Hatta-370.
Baca Juga: Paspampres Siapkan Personel Terbaik untuk Latih Pasukan Pengamanan Perdana Menteri Kamboja
Selain menyertakan staf pengendali, TNI AL juga memberangkatkan 35 prajurit Korps Marinir untuk mengikuti berbagai serial latihan lapangan. Materi latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan tempur dan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama taktis antarpasukan global.
Sejumlah menu latihan berat telah menanti mereka di Hawaii, mulai dari taktik pertempuran hutan, menembak jitu, serangan mortir, taktik serbuan helikopter, hingga profil misi penuh atau full mission profile (FMP).
Sesuai jadwal, puluhan prajurit Marinir yang terlibat RIMPAC 2026 akan diberangkatkan menuju Hawaii pada 22 Juni mendatang. Mereka akan bergabung dengan personel militer dari sekitar 30 negara peserta dan menghabiskan waktu selama 38 hari di Amerika Serikat untuk menguji doktrin militer kedaulatan laut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































