Sita Senjata hingga Rebut 4 Markas OPM, Belasan Prajurit Marinir Naik Pangkat

Jakarta, IDM – Sebanyak 17 prajurit Korps Marinir menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB). Penghargaan istimewa ini merujuk pada keberhasilan mereka membongkar pergerakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua Barat Daya.
Pasukan dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 10 Marinir tersebut sukses melumpuhkan sejumlah pentolan bersenjata. Selain itu, mereka juga berhasil merebut markas utama milik kelompok separatis tersebut.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi memimpin langsung upacara penyematan tanda pangkat tersebut. Acara berlangsung khidmat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Jumat (10/7).
Pasukan baret ungu ini kebanjiran penghargaan setelah mencatatkan hasil gemilang dalam Operasi Badai Kasuari di Kabupaten Maybrat. Selama bertempur di wilayah hutan Papua Barat Daya, mereka berhasil menghancurkan 15 markas sektor dan menguasai 56 rumah kaki seribu yang menjadi tempat persembunyian lawan.
Gerakan pasukan Marinir di lapangan juga berhasil memaksa beberapa pengikut OPM menyerah dan kembali ke pangkuan NKRI. Petugas turut menyita tumpukan barang bukti berupa senjata api, amunisi tempur, alat komunikasi, atribut organisasi, hingga dokumen rahasia musuh.

Keberhasilan mempreteli kekuatan lawan di wilayah konflik ini membuat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menggelontorkan total 185 penghargaan untuk Satgas Yonif 10 Marinir. Apresiasi negara tersebut meliputi 17 kenaikan pangkat istimewa, 62 jatah prioritas sekolah militer, serta 58 peluang penugasan ke luar negeri.
Di Cilandak, Endi menyematkan langsung pangkat baru kepada 15 prajurit. Sementara itu, dua prajurit lainnya absen dalam upacara karena langsung menempuh pendidikan lanjutan begitu keluar dari daerah operasi.
Baca Juga: Beri Arahan ke Alumni Lemhannas, Wakasal Minta 13 Perwira TNI AL Responsif Hadapi Ancaman
Dalam amanatnya, Endi menegaskan, kenaikan pangkat istimewa ini bukan sekadar rutinitas biasa. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata negara atas keberanian luar biasa prajurit yang bertaruh nyawa di medan laga.
"Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan penghargaan istimewa yang hanya diberikan kepada prajurit dengan dedikasi, loyalitas, keberanian, serta prestasi luar biasa dalam pelaksanaan operasi," kata Endi di hadapan pasukan.
Endi berharap apresiasi tinggi dari Markas Besar (Mabes) TNI ini mampu menyuntikkan motivasi baru bagi seluruh jajarannya. Dia menuntut para prajurit Korps Marinir untuk terus mengukir prestasi dalam setiap misi ke depan dengan tetap memegang teguh disiplin dan semangat juang tinggi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































