HANKAM

Sinergisitas TNI-Polri dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa untuk HUT ke-78 RI

Helikopter
Helikopter saat latihan membawa bendera raksasa jelang peringatan HUT ke-78 RI. (Foto: Dok. Instagram @lanud_atang_sendjaja)

Jakarta, IDM - Sinergisitas TNI dan Polri kembali tercermin melalui misi pengibaran bendera Merah Putih raksasa (giant flag) peringatan HUT ke-78 RI pada 17 Agustus mendatang.

Kedua institusi pertahanan dan keamanan Indonesia tersebut masing-masing dilaporkan mengerahkan helikopter mereka untuk terlibat dalam misi ini, sehingga total helikopter yang terlibat sebanyak delapan unit.

Dikutip dari Penerangan Lanud Ats dijelaskan, kedelapan helikopter tersebut akan tergabung dalam misi ‘Nusantara Flight’ yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok ‘Nusa’ dan kelompok ‘Bangsa’.

Baca Juga: Resmi Perkuat Koarmada II, ini Kecanggihan Kapal Penyerbu Ranjau yang Baru

Helikopter yang tergabung dalam kelompok ‘Nusa’ terdiri dari Helikopter Super Puma H 3217 asal Skadron Udara 6 Wing Udara 4 Lanud Atang Sendjaja; Apache HS 7209 asal Penerbad; Panther HS 1303 dan Panther HS 1311 dari Penerbal.

Helikopter
Danlanud Ats Marsma M. Taufiq Arasj saat meninjau langsung latihan misi giant flag peringatan HUT ke-78 RI. (Foto: Dok. Instagram @lanud_atang_sendjaja)

Adapun kelompok ‘Bangsa’ terdiri dari Helikopter Caracal HT 7202 dari Skadron Udara 8 Wing Udara 4 Lanud Atang Sendjaja; Apache HS 7213 dari Penerbad; AW 169 P 3303 dan AW-169 P 3308 milik Polri.

Kedelapan helikopter tersebut terus melakukan sejumlah persiapan dan latihan terbang. Saat meninjau pelaksanaan latihan beberapa waktu lalu, Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI mengungkapkan, kegiatan penerbangan giant flag menjadi sebuah kehormatan, baik bagi TNI maupun Polri.

Baca Juga: Pimpin Upacara HUT ke-60 Wara, KSAU : Peran Wara Semakin Penting dan Menentukan

"Bukan hanya terbang formasi, tapi misi ini adalah simbol bagaimana kita tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Danlanud Ats dikutip dari keterangan foto instagram @lanud_atang_sendjaja, Senin (14/8).

“Ini juga menjadi salah satu bentuk sinergisitas TNI-Polri, sesuai dengan perintah pimpinan, dalam mempertahankan dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada peringatan HUT ke-78 RI nanti, kedelapan helikopter TNI-Polri akan terbang melintas (flypass) dengan bendera raksasa (giant flag) di atas Istana Negara dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.