Simulasi Kapal Terbakar di Perairan Madura, 722 Personel Gabungan Turun Tangan

Jakarta, IDM – Sebanyak 722 personel gabungan dari berbagai matra TNI dan instansi maritim terlibat dalam latihan penyelamatan laut berskala besar di perairan Madura. Latihan ini mensimulasikan kebakaran di kapal penumpang dan menjadi ajang uji kesiapan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) secara nasional.
Latihan kesiapsiagaan operasional Komando Armada (Koarmada) RI 2025 ini digelar di dermaga Surabaya, Kamis (6/11). Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pendidikan Latihan (Dankodiklat) TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika, dengan kehadiran Panglima Koarmada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya.

Skenario utama latihan menggambarkan insiden darurat laut berupa kebakaran di kapal penumpang KMP Jokotole. Dalam simulasi itu, tim SAR mengaktifkan sinyal darurat (distress signal), mengevakuasi korban menggunakan unsur laut dan udara, melakukan pertolongan medis, hingga penanganan jenazah korban kecelakaan laut.
Baca Juga: 35 Pati TNI Angkatan Darat Dimutasi, 10 di antaranya Naik Pangkat
Naudi menyebutkan latihan ini merupakan bagian dari upaya menguji kemampuan Koarmada RI dalam memberikan bantuan SAR di laut, mengingat luasnya perairan Indonesia serta padatnya jalur pelayaran internasional yang rawan kecelakaan laut.
“Latihan ini jadi sarana untuk mengukur kesiapan operasional sekaligus sinergi antarinstansi dalam menghadapi kondisi darurat di laut,” ujar Naudi, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (7/11).

Mengusung tema “Koarmada RI Beserta Jajarannya Melaksanakan Operasi Pencarian dan Penyelamatan/SAR di Wilayah Perairan Pulau Bawean dan Pulau Madura Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, latihan ini berlangsung sejak 3 hingga 7 November.
Baca Juga: Riset Laut RI Digeber, Pushidrosal Gandeng BRIN dan 6 Kampus Timur Indonesia
Adapun 722 personel dilibatkan dari unsur Koarmada II; Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal); Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V; Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP); Badan SAR Nasional (Basarnas); Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).Polda Jatim, serta TNI AD dan TNI AU di wilayah Jawa Timur.
Dari Koarmada II sendiri, unsur yang terlibat antara lain KRI Soeharso-990, KRI Sampari-629, satu perahu cepat (RHIB) milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada II, personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II, serta ambulans dan tim medis Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmada II. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































