Sikapi Dinamika Geopolitik-Geostrategis, Panglima TNI Jaga Hubungan Diplomatik Dengan Militer Negara Lain

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa TNI akan tetap menjaga hubungan diplomatik dengan militer negara lain di tengah perkembangan geopolitik dan geostrategis.
Panglima Agus menyebutkan bahwa dirinya beserta para kepala staf angkatan terus melaksanakan pertemuan antar-pejabat tinggi atau high level official.
“Panglima TNI dan kepala staf angkatan tetap melaksanakan hubungan secara diplomatik militer dengan panglima tentara di beberapa negara, apakah kita yang berkunjung ke sana, atau panglima atau kepala staf angkatan dari negara lain berkunjung ke Indonesia,” ujar Agus selepas rapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/7).
Selain itu, TNI juga menggelar beberapa latihan dengan negara lain. Terbaru, Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI berangkat ke Australia untuk mengikuti dua latihan gabungan bersama (latgabma), yakni Latgabma Trisula Wyvern dan Latgabma Talisman Sabre pada Juli 2025.
TNI lewat TNI AL juga baru menggelar latihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2025 bersama United States Navy (USN) dan United States Marine Corps (USMC) pada Juni 2025.
Pada Agustus mendatang, TNI juga akan menggelar latgabma Super Garuda Shield 2025 bersama militer 15 negara lain.
“Kemudian (TNI) juga (melakukan) pertukaran pelajar. Kita ada (bekerja sama) dengan 26 negara, jadi kita mengirim ke sekolah dari level kapten sampai Lemhannas ke beberapa negara yang ada di Indonesia,” kata Panglima TNI.
Baca Juga: Lanud Iswahjudi Gelar Pelatihan Ground Support Equipment Powered Selama Dua Minggu
Sebaliknya, para perwira dari Asia Tenggara dan Asia-Pasifik juga dikirim ke Indonesia untuk bersekolah.
Dalam rapat hari ini, Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI beserta kepala staf tiga matra membahas perkembangan geopolitik dan geostrategis.
“Yang jelas bagaimana Menhan dan Panglima TNI dan para kepala staf sudah bersikap dan sigap dalam menghadapi situasi geopolitik terkini,” kata Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































