HANKAM

Siasati Pergeseran Modus Timah Ilegal, Kodaeral 3 Usul Satgas Khusus Jakarta-Banten

Dankodaeral 3 Laksda TNI Uki Prasetya
Dankodaeral 3 Laksda TNI Uki Prasetya. (Foto: Dok. Kodaeral 3)

Jakarta, IDM – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) 3 Laksda TNI Uki Prasetya meminta izin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk membentuk satgas khusus wilayah Jakarta-Banten. Tim khusus ini bakal menyergap pergeseran rute penyelundupan pasir dan balok timah ilegal yang mendadak "banjir" ke Pulau Jawa.

Penebalan pasukan ini merespons ketatnya pengawasan kapal perang (KRI) di jalur laut internasional. Penyelundup yang semula mengincar rute Singapura atau Malaysia kini gigit jari dan memilih memutar arah ke Jakarta.

"Memang perintah dari bapak KSAL untuk penebalan terutama keamanan di laut banyak dari Komando Armada (Koarmada) I. Jadi, penebalan KRI-KRI terutama jalur untuk ekspor itu memang sudah dilaksanakan layer-layer pengamanan di laut," kata Uki di Markas Kodaeral 3, Jakarta, Rabu (22/7).

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan di Ancol-Priok, TNI AL Sita 10 Ton Timah Rp7,6 M

Uki menjelaskan, penyekatan ketat di laut lepas memaksa para pelaku mengalihkan rute pengiriman lewat jalur darat menumpang kapal penyeberangan (roll-on/roll-off atau roro).

"Melalui laut terutama menuju ke Batam atau langsung ke Singapura atau Malaysia itu dengan ketatnya KRI pengawasan di laut, maka penyelundup ini menggunakan jalur lain. Salah satunya banyak lari ke Jakarta," ujar Uki.

Para pelaku memanfaatkan padatnya rute kapal roro dari Bangka Belitung menuju Jakarta dengan modus truk tanpa pengemudi.

Baca Juga: Rancang Pusat Peperangan Elektronika, TNI AL Genjot Kesiapan SDM dan Teknologi

"Modusnya menggunakan truk 'lepas kunci'. Jadi masuk di roro, kunci langsung dilepas. Di sini sudah ada yang tahu dari agen atau penjemputnya," tutur Uki.

Melihat pintu masuk perbatasan Jawa yang makin rawan, Kodaeral 3 menyiapkan pengawasan berlapis (layering) lewat pembentukan tim khusus tersebut.

"Memang kita terus terang laporan ke bapak KSAL, saya izin untuk membuat satgas kecil terutama di Jakarta. Karena Jakarta kan pintunya masuk banyak, dari mulai Jakarta, Banten. Nanti diperketat lagi di Jakarta," tegas Uki.

Baca Juga: Taktik ‘Lepas Kunci’ Penyelundup Timah: Kirim Truk ke Jakarta usai Laut Disekat KRI

Pembentukan tim khusus ini menyusul langkah tim gabungan TNI AL yang menggagalkan dua aksi penyusupan 10,9 ton timah bernilai Rp7,6 miliar. Petugas mengadang armada truk pengangkut komoditas ilegal tersebut di kawasan Ancol pada 4 Juli serta Pelabuhan Tanjung Priok pada 18 Juli 2026.

"Penangkapan ini terjadi dua kali. Total keseluruhan muatan 10.925 kg dengan perkiraan nilai ekonomis Rp7,6 miliar," pungkas Uki.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.